Inikah Rindu? Mungkin Iya
Ia
mengunjungi aku di negeri ini. Tanpa memberitahuku sebelumnya, bahkan aku tak
tau maksud dan tujuannya. Ia rela menyebrangi samudra demi menuju benua yang
ada aku nya disana. Berlama-lama dalam pesawat. Melalui proses yang panjang. Ya
aku rasa dia merindukanku. Setelah sekian lama kami tak bertemu.
***
Ya
aku hanya seorang gadis pemimpi yang memang selalu berharap kedatangannya. Tapi
mimpi ku kali ini terlalu ekstrem. Jujur saja, aku yang merindukannya! Aku memang
menginginkan dirinya tapi tak untuk dijadikan pacar, lalu apa? Aku tak tahu!
Mungkin
saja ia ke sini untuk memperkenalkan calon pendamping hidupnya atau ia hanya
akan mengambil barang-barangnya yang tertinggal dan memutuskan untuk tinggal
selama-lamanya di Negara super itu. Semoga saja tidak!! Walaupun sepertinya
kehadiran ku ini cukup mengusik hidupnya. Tapi Allah yang memutuskan, Allah
yang punya rencana ini dan Allah lah yang menulis skenario ini dan kita hanya
artisnya!
Aku
bersyukur bisa kenal dengan orang sepertinya. Yang masih mengingat Tuhannya,
yang menghargai orang-orang disekitarnya dan menyayangi mereka sepenuh hati.
Hidupnya dipenuhi dengan keikhlasan, penuh cinta, dan ketegaran. Aku rasa aku
memiliki prinsip yang sama dengannya. AKU RASA!! Semua itu hanya perasaan ku
saja, hanya aku yang sadar. Mungkin dia tidak. Apalah artinya aku bagi dirinya? Hahaha impossible
jika itu istimewa.
Sore itu sebuah acara sedang dilaksanakan dirumahku. Yaa mungkin semacam selamatan atau apapunlah. Semuanya ada, teman-teman sekelasku. Bahkan
yang tidak satu kelas pun ada.
Ketika salah seorang teman memanggilku
“Hey” aku hanya menjawab “Yaa” tanpa memalingkan wajahku kearah sumber suara. Tampaknya seorang
yang memanggilku tak puas dengan sahutanku, hingga akhirnya ia memanggilku sekali lagi.
“Hey, bisa liat kemari?” Tanya
seorang teman.
Aku menghadapkan wajahku kepadanya,
“Yaa, ada perlu apa?” aku bertanya balik kepadanya, aku tak ingat siapa dia.
Tapi aku mengenalnya.
“Ada
seorang yang kau lupakan diluar sana.” Ujarnya.
Sepertinya
aku tak melupakan seorangpun temanku diluar. Semuanya sudah berada didalam
ruangan, ya karena acara sudah hampir dimulai. Tapi rasa penasaran ini terus
menggunjing hatiku. Aku melangkahkan kaki dengan segera keluar rumah. Penampakan
yang bombastis menyambutku diluar sana. Kehadiran seseorang yang tak pernah ku
sangka, yang selama ini hanya ada dalam mimpi-mimpiku. Hati bergejolak. Detak
jantung tak karuan. Nafas terengah-engah. Usus-ususku seperti melilit.
Lambungku ingin mengeluarkan segalanya. Mata ingin meneteskan air mata bahagia
sekaligus haru. Tangan ini ingin memeluknya segera, dan mulut ini ingin
mengatakan “Jangan pernah tinggalkan aku lagi…” Tapi aku tak berdaya, diri ini terlalu lemah.
Semua yang
sudah ku rencanakan bertahun-tahun yang lalu apabila aku bertemu dengannya,
sirna. Dunia ini seperti goyang, dan GELAP!!
Entah apa yang terjadi,
aku tak sadarkan diri.
Rumahku sunyi senyap. Saat pertama mata ini terbuka aku melihat samar samar wajahnya.
MIMPIKAH AKU??
Aku terus berusaha menerangkan pandangan ini. Aku ingin menggerakkan tangan dan mengusap kedua mataku. Aku ingin melihat yang
sebenarnya. Tapi tangan ini berat sekali untuk digerakkan seperti ada yang menahannya. Ya
memang sedang ada yang menahan. Dia. Dia yang tadi seingat ku, aku jumpai
diteras rumah. Wajah yang terakhir aku liat sebelum semuanya gelap, dan wajah
pertama yang aku lihat setelah dunia ini kembali terang. Aku ingin menyebut
namanya, tapi lidah ini seolah membisu.
Yaa
sekarang pandangan ku sudah benar-benar terang, dan inilah yang sebenarnya. Ingatan
ku membaik. Aku mengatur nafasku dan berusaha berbicara walopun hanya satu kata
“Kamu…..” ya kata itu memang benar keluar dari mulutku.
“Aku
disini, ya aku. Aku sudah kembali….” Air mata mengalir begitu deras dari
mataku. Air mata bahagia. Aku tak sanggup menampung kebahagiaan ini. Aku ingin
memberitahu dunia bahwa ia sudah kembali, terimakasih ya Allah, Engkau mendengarkan
dan sekarang Engkau mengabulkan doaku,
tak ada yang bisa aku berikan kepadamu atas segala kebaikan Mu hari ini ya
Allah.
Ya
jangan pergi lagi! Aku sungguh merindukanmu! Aku sungguh butuh kau disetiap
detik hidupku, walaupun aku selalu berusaha untuk tidak tergantung padamu, tapi
aku tak bisa! Aku tak bisa tanpa hadirmu! Dulu, walaupun kita tidak dekat tapi
aku masih bisa melihatmu, menyapamu, bahkan senyum yang kau niatkan untukmu
masih bisa ku terima! Tapi setelah kau pergi, aku HAMPA!
Aku
menguatkan diri untuk duduk, dan ia membantuku.
“Apa
kabar??” yaa aku hanya mampu bertanya seperti itu, bodoh!
“Aku baik-baik saja. Semuanya seperti
yang kau lihat.. ya mungkin kedatangan ku mengejutkanmu. Kamu apa kabar?
Sungguh aku kesini untuk mengunjungimu.” Ya kalimat terakhir dari
kata-katanya barusan seolah membuat dunia ini mendadak berwarna
PINK. Penuh bunga. Penuh cinta. Kedatangannya memang penuh misteri,
bahkan bukan sebuah kejutan.
“Sesungguhnya aku dalam keadaan kurang baik. Haha tentu saja setelah kehadiranmu disini,
kau membuatku sakit! Hal apa yang membuat kau ingin mengunjungiku
disini?” Aku menertawakan diriku sendiri.
“Maaf,
tapi aku tak bermaksud seperti itu. Semoga senyumku ini bisa menyembuhkanmu. Ah, aku rasa
tidak tepat jika aku memberitahumu sekarang dalam keadaanmuseperti ini.
Bisakah lain waktu kita bertemu? Aku janji aku yang menjemputmu.”
“Aku
ingin sekarang! Aku tak mau lain waktu. Aku tak mau kau meninggalkanku!” aku
rasa kalimatku ini cukup jelas.
“Aku
berjanji atas nama cintaku pada-Nya dan padamu aku tak akan meninggalkanmu
lagi, kecuali jika Allah berkehendak.” Aku dan ia sama-sama terdiam, menunduk
sesaat lalu ia pergi…Hilang.....
Komentar
Posting Komentar