(Bukan) Sekedar Curhat Biasa

Kelas2 SMA, bukan sekedar curhat biasa.

 2012, gue duduk dikelas dua SMA. Katanya SMA itu adalah masa-masa terindah dalam hidup, tapi menurut gue nggak juga. Terlebih setelah gue mengenal mereka, nggak pernah gue merasakan kebahagiaan yang benar-benar memberikan kesan yang lama dihati paling kebahagiaan sesaat. Dimasa masa SMA ini bukan kebahagiaan yang sering gue dapat melainkan kesedihan permanen. Nggak hanya perlakukan teman sekelas, bahkan beberapa guru yang tidak memiliki sifat kemanusiaan dan hati nurani pun sering membuat kesal. Bukan pengalaman hidup yang berarti yang gue dapatkan melainkan cacian, makian, hujatan. Mendengar caci maki mereka itu sudah seperti mendengar nyanyian paling trendi saat itu, terlalu sering diucapkan. Terkadang mereka sampai mengabsen seisi kebun binatang. Hujatan yang keluar dari mulut mereka merupakan salah satu kebanggaan tersendiri, mereka bangga bisa menghujat temannya, dan teman yang mereka hujat hanya diam lalu menangis didalam hati. Begitu juga yang dilakukan guru-guru, terkadang mereka mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati dan kami sebagai murid tentu tidak bisa menyanggah karena ada pasal 1 ayat 1 “guru tidak pernah salah.“ Meremehkan hasil kerjaan murid, bahkan dengan tidak menerima pekerjaan murid yang telah dikerjakan susah payah bahkan sampapi tidak tidur. Guru macam apa..

Perlakuan kasar yang dilakukan juga merupakan suatu tindakan yang terpuji bagi mereka. Menampar, memukul, bahkan melempar kepala teman mereka. Walaupun niat nya hanya gurau tapi itu sakit! Mereka tidak tahu, apakah teman mereka yang menjadi korban itu mempunyai penyakit dikepala atau tidak? Bagaimana jika ada yang menderita kista di otak? Mungkin hanya bisa menangis. 

Semalaman mengerjakan tugas udah bikin mumet kepala mau pecah, saat disekolah tugas malah nggak diterima dengan guru. Sepulang sekolah ntah apa salah gue tiba-tiba seorang murid laknat melempar kepala gue dengan sebuah botol kosong, ya walaupun hanya botol kosong tapi tepat sasaran dan dengan dorongan yang kuat. Kepala benar-benar mau pecah!! Sakiit!! Mau nangis tapi air mata nggak bisa keluar, mau teriak mulut seperti dikunci. Nggak tau harus gimana, kepala benar-benar udah goyang. Ya udah gue turutin aja kemanapun kaki jalan, nggak tentu arah malah kebelakang sekolah. Tapi gue kuat!! Kumpulkan kemampuan diri, karna harus ngantar teman pulang. Sampai dirumah benar-benar udah nggak bisa ngapa-ngapain. Diajak ngomong juga nggak nyambung. Mata buram, dan aku tidur sampai besok pagi nggak bangun bangun lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Kuliner Populer di Pontianak

Kilas Balik Kehidupan SMA

#MimpiKawancut : Ketika Mimpi Jadi Kenyataan