Writing Essay?
Esai adalah aplikasi yang biasanya disertakan dalam pendaftaran ke universitas yang berada di luar negeri, ini merupakan wadah dimana kita bisa berbicara dalam bentuk tulisan formal kepada para pembaca aplikasimu (orang yang menyeleksi kelayakan). Beberapa universitas di US, Aussie, memandang esai sebagai suatu komponen terpenting, karena disitulah mereka bisa melihat bagaimana cara kamu berpikir.
Proofreader adalah orang orang yang akan membantu kamu dalam membenarkan esai. Mereka akan membaca lalu memberikan kritik dan saran. Orang - orang seperti inilah yang kita cari, yang mau membagi ilmunya. Carilah proofreader yang mengerti kamu, tentang aplikasi yang akan kamu ajukan dan tentu saja berpengalaman. Biasanya carilah guru bahasa Inggris, senior yang ada di universitas yang kamu tuju, senior yang ada di US / english-speaking countries, ahli di ‘bidang’mu (if applicable). Mereka yang seperti ini sangat membantu, apalagi mereka bisa memberikan feedback untuk esaimu. Apakah esaimu sudah sesuai dengan topik yang akan memperlihatkan keunggulan pada dirimu atau sebaliknya yang akan menjadi drawback. Mintalah pada mereka untuk memberikan banyak masukan, minta pada senior yang ada di universitas yang kamu tuju untuk berbagi cerita tentang pola pikir pelajar disana atau bahkan cultur dari universitas tersebut.
Dengarkan
saran mereka dan pertimbangkan, tapi pilahlah yang mana yang baik
diikuti yang mana yang kurang. Jangan pilih orang-orang yang bakal cuma
bilang kalau esai kamu perfect – proofreaders yang terbaik adalah mereka
yang kejam dan punya banyak kritik - VENI JOHANA
Kenapa ini penting? Sebab, apabila kita menulis esai dengan standar pelajar Indonesia sedangkan yang akan membaca esai kita adalah 'orang berpengaruh' tentu saja esai kita tidak ada apa-apanya dibanding pelajar dinegara tersebut yang kebanyakan outspoken dan opinionated.
Sebelum menulis esai ada baiknya kita berdoa, setelah itu cari banyak informasi mengenai universitas tempat kita mendaftar (cultur life, type of study, habit, ect). Kita harus tahu apa yang mereka inginkan dari prospective kita. Pikirkan kenapa mereka membutuhkan mu, dan begitu pula sebaliknya, kenapa kamu menginginkan mereka.
Seperti yang sudah dipaparkan mba veni sebelumnya, apabila kita menulis esai jangan pernah menulis dengan tema yang sama untuk satu universitas. Baiknya adalah membuat dua esai atau bahkan lebih dengan tema berbeda, itu akan membuat pihak universitas membuat pertimbangan lebih untuk kita. Saat menulis juga ada yang perlu diperhatikan, yaitu style. Gunakan style pribadimu, jangan meniru style orang lain. Karena yang dinilai disini adalah suaramu. Jangan gunakan bahasa yang terlalu tinggi dan asing, hati-hati ini juga akan berakibat fatal jika kita tidak bisa mempertanggung jawabkannya. Jika sudah menemukan satu topik, cobalah fokus, dan segeralah menulis jangan menunda-nunda. Sisipkan pula teamwork kita, orang-orang yang ada disekitar kita dalam esai tersebut, bagaimana mereka membangun sebuah karakter kokoh yang ada dalam diri kita saat ini. Yang paling utama adalah kemampuan pengolahan kata, gaya bahasa, dan gunakan grammer yang tepat.
Well, sebenarnya saya sendiri belum pernah untuk menulis esai. Tapi sekarang saya bersama beberapa rekan sedang belajar ekstra dalam membuat esai. Tulisan ini sedikit mengutip dari blognya mba Veni Johana , sedikit banyak pengalaman beliau saat menulis esai untuk aplikasinya ke universitas Stanford dia ceritanya. Kita bisa belajar banyak dari beliau, dan bertanya, sebab beliau akan menjawab pertanyaan kita dengan segera.
Selamat mencoba!!

Komentar
Posting Komentar