Keluarga itu..

Secara teori keluarga adalah hubungan antara individu dengan individu lainya yang tergabung karena hubungan darah, keluarga dihasilkan karena adanya perkawinan atau adopsi. Laki-perempuan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan keturunan, kebudayaan, serta meningkatkan perkembangan fisik.

Beberapa bentuk keluarga; Nuclear Family, Family of Origin, Extended Family, Single Family, Composite Family, dan Cohabitation. Gimana ngerti? Duh, pura-pura ngerti aja kenapa sih.
Nuclear family, adalah keluarga inti yang dihasilkan karena perkawinan terencana terdiri dari suami, istri, dan anak-anaknya. 
Family of Origin, adalah keluarga tempat asal kita dilahirkan. Seperti saya, keturunan jawa tapi dilahirkan di kota Pontianak. 

Extended Family, penggabungan nuclear family dengan keluarga lain karena hubungan darah seperti nenek, kakek, paman, bibi, keponakan, dan lain-lain.

Single Family, kondisi keluarga yang sudah berpisah karena perceraian/ meninggal.

Composite Family, keluarga poligami yang hidup bersama dalam satu rumah.  Entah akur maupun tidak.

Cohabitation, dua orang menjadi satu keluarga tanpa pernikahan, bisa memiliki anak atau tidak.

-----


Keluarga itu... bagian dari diri kita. 
Di keluarga kita bisa merasakan cinta, kasih sayang, dan keagungan yang diagungkan. 
Di keluarga kita tidak akan pernah merasa sendiri, karena...
Keluarga akan selalu ada untuk kita.
Keluarga itu... cermin diri kita


Keluarga itu...penyatu.
Aku, kamu, kalian, menyatu dalam sebuah ikatan keluarga.
Saling berbagi, saling melengkapi, saling mengerti.
Keluarga itu... Aku, Ayah, Ibu, dan Saudara kecilku.
Saling menopang, saling menguatkan.

Ibu, juga sebagai istri, diam-diam dia punya sejuta perhatian. Memberikan arah disetiap langkah buah hatinya. Mengucap doa digelap malam, ketika semua terlelap. Terkadang, juga membantu ayah, juga sebagai suami, menjadi tulang punggung. 

Ayah, sebagai petunjuk arah agar kapal rumah tangga yang sedang berlayar ini tidak menabrak karang. Betapa semangatnya perlu dicontoh ketika ia harus terbangun dipagi hari, pergi bekerja mencari nafkah untuk sang istri dan buah hatinya, kemudian pulang kerumah ketika senja telah menampakkan dirinya.

Anak, menjadi buah hati itu penuh resiko. Terkadang penuh perhatian, tapi harus siap bila diabaikan. Keingiannya membingungkan, ingin diperhatikan ayah dan ibu, tapi marah bila ayah dan ibu sering bertanya atau selalu menghubunginya bila si anak sedang tidak dirumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Kuliner Populer di Pontianak

Kilas Balik Kehidupan SMA

#MimpiKawancut : Ketika Mimpi Jadi Kenyataan