Salam UN
Detik-detik menuju Ujian Nasional.
Ya, gue anak kelas 3 SMA yang lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan diri untuk melepas masa-masa sulit SMA. Bimbel di sekolah, ikut tambahan belajar dengan guru mata pelajaran, ikut-ikutan temen bahas soal, ikut diskusi sana sini, dan ikut sosialisasi universitas biar ada alasan bolos jam pelajaran.
Senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu jadwal gue padat. Malah kalau menurut gue jadwal manggungnya Agnes Monica aja nggak sepadat jadwal bimbel gue. Dihari-hari tertentu gue masuk jam 05.30 (pagi), lo bayangin aja. Disaat semua orang masih dalam balutan selimut hangat, dan gulingpun masih melekat erat dipelukannya, gue udah harus pergi sekolah. Dan pulang saat matahari akan tenggelam di ufuk barat. Betapa lusuhnya penampilan gue setiap pulang kerumah, bau ketek, muka berminyak, ingus keluar-kelurar, dan iler netes-netes karna kelaparan.
Setiap gue pergi sekolah jalanan masih lengang, langit masih gelap, gue selalu memacu sepeda motor kece gue dengan pelan sambil berharap Pangeran William datang dan berniat nganterin gue ke sekolah pake Ducati-nya.
Kesibukan gue ekstra banget, jadwal tidur berkurang. Jangankan untuk tidur, makan pun gue sering lupa, tapi ada kebiasaan gue yang nggak pernah lupa yaitu mantengin Tweet-nya doi biar nggak ketinggalan info dan dengerin si doi siaran radio. Ya, walaupun gue seorang jombloers, tapi gue bukan jomblo ngenes.
Gara-gara kesibukan UN, gue ngerasa kalau kadar ke-gaul-an gue akan sedikit menurun levelnya, awalnya gue memang nggak terima. Gue punya trik khusus agar kadar gaulan gue levelnya nggak turun drastis, yaitu dengan menyempatkan diri membuat Tweet penting seperti mengucapkan selamat pagi dunia, selamat pagi doi.
Gue adalah salah satu pelajar korban kurikulum di negaranya sendiri. Tapi gue sadar ini adalah langkah awal gue untuk menjadi sukses. Gue mencoba ikhlas untuk menjadi korban diawalnya. Namun gue sadar diakhir gue bakal jadi tersangka.
Gue adalah salah satu pelajar korban kurikulum di negaranya sendiri. Tapi gue sadar ini adalah langkah awal gue untuk menjadi sukses. Gue mencoba ikhlas untuk menjadi korban diawalnya. Namun gue sadar diakhir gue bakal jadi tersangka.
Sampai jumpa Ujian Nasional, semoga gue selamat.
Dia yang setia bangunin gue


Komentar
Posting Komentar