Kilas Balik Kehidupan SMA
Sebuah kerinduan datang tiba-tiba, tanpa terasa, tanpa diundang, semuanya berlangsung begitu saja . Detik-detik menuju 6.45 menjadi salah satu tontonan yang sangat dirindukan. Puluhan murid tak jarang memohon dengan wajah memelasnya agar pak Jemingan mau memberikan barangkali sedikit celah untuk dirinya. Selamatlah bagi mereka yang mendapatkan hadiah berupa toleransi beberapa menit, tapi tidak bagi mereka yang harus duduk menatap deretan besi hitam tinggi menunggu guru piket memberi tugas, seperti berada didalam penjara terbuka. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, cocok bagi mereka yang datang terlambat, disuruh bersihin sekolah, masuk di jam pelajaran kedua, begitu masuk langsung pre test mate-mati-ka pula. Kalau sudah seperti ini tidak ada yang bisa diandalkan selain diri sendiri dan keberuntungan, sahabat pun perubah menjadi orang yang paling menjengkelkan. Sudah di suit suitin - ditendang kursinya - masih saja berlagak bodoh. Sahabat macam apa itu? Fiuuh.