Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita Aja

Selamat Tinggal SMP, Selamat Datang SMA

Gambar
Tiga tahun silam, kira-kira tahun 2010 gue lulus dari Pilot Internasional Standar of Junior High School ( Dih, bahasa gue, SMP tok wes) . Waktu itu gue ngerasa happy banget, pasalnya gue akan segera memasuki masa terindah dalam hidup gue, SMA.  sumber Seperti yang sering gue tonton di ftv atau drama-drama korea. Orang yang masuk masa-masa pubertas ke dua (re: SMA) itu akan segera menemukan jodohnya, dan gue selalu berharap yang menjadi jodoh gue itu si dia. Dia yang sejak 2009 mencuri hati gue. Selain senang, gue juga sedih ninggalin masa unyu-unyu ini (re: SMP). Ini pertanda gue semakin tua, pisah sama teman-teman gue, bakal ketemu orang-orang baru, kehidupan baru, fakta baru, dan mungkin gebetan baru. Tapi apalah daya kehidupan harus dijalani dengan semestinya, gue harus terus maju untuk mencapai kehidupan klimaks.  Tiga bulan lamanya gue jadi pengacara a.k.a pengangguran banyak acara, setiap hari kerjanya melepet dikasur, tidur paling awal bangun paling s...

Ketika Ayahmu Menyapaku

Gambar
Duduk berlama-lama menghadap monitor mungkin salah satu hobi gue. Ada banyak yang bisa gue lakukan disana, apalagi ketika PC tersambung dengan internet, aah bahagianya!! Terlebih setelah jejaring sosial seperti facebook, twitter, skype, dan sebagainya kian marak, hueeee gue bisa dengan leluasa mencari teman sebanyak-banyaknya disana. Cari pacar sekalian, sukur-sukur dapat patjar yang begini modelnya :) Anyway, pada sadar nggak sih judul tulisan ini 'Ketika Ayahmu Menyapaku'? Ceileeeeh, seneng gue bro. Saking senengnya sampe lupa kalau pas malam itu lagi gedek dengan html. Siapa sih yang nyapa elo, Nggits? Sampe segitunya, biasanya juga kalau ada yang ngajak chatingan di pesbuk langsung di endchat. Jadi waktu itu tuh udah larut malam banget, sekitar jam 12an gitu deh. Sablengnya gue tab pesbuk belom di close-in, terus kan nama gue ada tuh di daftar temen chat. Nah, kebetulan poto profil gue kan cakep yak, mungkin itu juga yang mendorong tuh om-om buat ngechat gue, h...

Pekerjaan Baru

Hehehe.. anu kak anu. Maaf menelantarkan ye *cium tangan eyang* soalnye sekarang saya lagi sibuk tingkat kecamatan, walaupun belum sesibuk presiden kite tercinte, tapi ye sibuklah pokoknye. Saya lagi sibuk nyelesaikan kerjaan yang datangnye berbarengan dan deadlinenye mepet semua, tega yak? Sebetulnya kerjaan ini musiman sih, ya bisa dibilang karbitan juga gitu. Datangnya pasti pertengahan dan akhir tahun, menjelan ujian, ulangan umum, dan liburan semester.  Emangnya sekarang sibuk apasih? Yuk, kita simak cerita yang saya sempat-sempatin nulisnya. _______________  Pekerjaan 1 Saya aktif lagi di organisasi dan komunitas. Berawal dari pertengahan bulan lalu seorang teman sms ke saya, menawarkan mau nggak jadi pengurus organisasi. Ya, karena memang lagi nggak ada kerjaan tentu saja saya mau. Hitung-hitung nambah teman, wawasan, dan pengalaman. Nah, akhirnya setelah mencocokan jadwal kami pun berkumpul di markas (sebuah gedung bertingkat, dengan fasilitas kayak dikant...

Bringasnya Kehidupan Luar Negeri

Gambar
Sudah lama tak jumpa, membuat rindu kiat menjerat. Dalam. Dan sakit. Waktu dan jarak. Masih menjadi kendala. Laksana langit dan bumi yang hanya bisa saling tatap tanpa menyentuh. Tak pernah bersatu dalam waktu, dipisahkan dalam jarak ribuan bahkan milyaran mil #tsaaah. Sudah sembilan tahun kami terpisah dalam jarak yang tak wajar. Konsekuensinya adalah komunikasi yang putus nyambung seperti lagunya BBB. Pernah beberapa kali kami berbincang hangat melalui telepon, tapi hasrat ingin jumpat tetap tidak bisa di tahan, hingga akhirnya kami benar-benar hilang komunikasi. Saya tidak tahu gimana caranya nelpon keluar negeri (iya, memang norak!), mau sms tapi nanti malah nyangkut di providernya. Lewat akun sosial internet, masih belum nemu akun mereka walaupun udah dicari ribuan kali. Saya rindu sepupu saya yang tjakep tjakep. Setelah ribuan hari dilanda kemiskinan silaturahmi, komunikasi tak juga terjalin. Akhirnya suatu hari ada sebuah notif di facebook, minta accept pertemanan gitu....

Hadiah dari Erlangga

Gambar
Pagi ini masih seperti pagi biasanya. Pagi bagi seorang pengangguran tingkat kacamata Syahrini adalah fase dimana kita akan menunggu siang, lalu pergi menikmati senja, dan ketika mentari berganti rembulan kita kembali memejamkan mata. Suara deru knalpot motor mulai berlomba, mentari sudah cukup tinggi dan sangat bersemangat pagi ini, kokok ayam sudah tak terdengar lagi, tapi ada yang jelas dalam pendengaranku "JNE!!!! Permisi!!!!" Dengan langkah gontai dan rambut acak-acakan aku berjalan menuju sebuah pintu tua yang masih tampak kokoh. "Iya, sebentar!" jawab ku dari dalam rumah. Mata ini masih samar-samar melihat benda disekeliling sehingga untuk mencari gembok saja aku kesusahan. "Bentar mas, lagi cari kunci!!" teriakku dari dalam kamar.  Tiba-tiba terdengar pekikan keras dari kamar kost atas, "Janggi, buaruan noh ada abang JNE!" Itu pasti suara mbak Lidya yang tak lain mahasiswa abadi di universitasnya. Nah, mataku beradu pada sebuah benda...

Abang VS Elang

Gambar
Mengenalmu bukanlah mimpi, apalagi membayangkan sosokmu tak pernah sekalipun terbesit dalam benakku. Apapun tentangmu, tak pernah sedikitpun aku pelajari. Namun, aku belajar banyak tentang ilmu kimia disekolah, dari situlah aku tahu sedikit tentangmu. Ya, sedikit. Tapi itu sudah lebih dari cukup. Tak pernah ada kaitannya antara senyawa senyawa kimia dengan dirimu, tapi tahukan kamu? Sebentar saja mengenalmu aku sudah begitu mencintai kimia. Kamu membuat segalanya berubah. Membuatku lebih akrab dengan tata nama atom hidrogen.  Hari itu kita berkenalan melalui sebuah komunitas. Detik menjadi menit, menit bersatu menjadi jam, jam berubah hari, hari pun berganti minggu, minggu berkumpul menjadi bulan. Kita semakin sering berbagi sapa, bertukar cerita, dan mungkin saling pamer gebetan. Seringkali aku dihadapkan pada suatu kondisi dimana kita harus bertemu, namun sebisa mungkin aku menghindar. Aku takut, takut menjadi mangsa yang akan kamu jadikan makanan untuk elang peliharaanmu. S...

FTV? Paling Bisa!

Gambar
Hidup itu memang nggak seindah cerita FTV brother! Ftv itu banyak bohongnya, cerita cintanya dibuat sempurnya, nyaris nggak ada cacat. Kalau pun ada apesnya pasti endingnya dua tokoh itu jadian. Meskipun gue sering mantengin ftv dan udah ngikutin sedikit cara hidup para aktornya tapi cerita cinta gue ya gini gini aja, malah sampai sekarang nih doi belum juga ngerespon perasaan gue. Belum ada sinyal sinyal gitu. Gue berasa tinggal ditengah hutan belantara tanpa tower pemancar sinyal. Sedikit cerita awal mula gue kenal doi adalah ketika upacara bendera pas gue masih jadi murid unyu unyu di salah satu sekolah menengah pertama. Waktu itu doi jadi pemimpin upacara dan gue sebagai murid teladan yang baris paling depan. Nah, gue kan nggak kenal tuh sama doi, langsung aja gue tanya sama teman yang baris disebelah gue. Eh taunya tuh anak malah nyolot dia malah teriak ngatain gue ngajak kenalan. Dih, amit amit bukannya gue sok jual mahal ye, dalam kamus gue tuh belum pernah ngajak orang ken...

EVERYDAY IS SUNDAY

Gambar
Halo, selamat berminggu ria, selamat bermalasan ria... Loh, ini bukan hari minggu kaka Buat yang masih sekolah sih ini bukan minggu, tapi buat gue E V E R Y D A Y I S S U N D A Y Sekarang udah nggak ada lagi sekolah sekolah, udah nggak ada lagi yang namanya buru-buru berangkat sekolah kadang sampai lupa mandi tapi nggak pernah lupa sarapan. Nah, sekarang ini saatnya gue menikmati masa libur panjaaaaaaang setelah bertahun tahun bangun pagi dan buru buru pergi sekolah supaya nggak kena macet. By the way anyway busway, sorry sorry to say yeeh *Romlah style* Gue nggak pernah telah dong ya ke sekolah, ini salah satu prestasi gemilang yang gue dapat pas SMA. Nama gue nggak pernah tuh ada di daftar siswa terlambat, tapi nama gue banyak tertulis di daftar siswa izin keluar sekolah . Semasa sekolah gue hobby banget yang namanye ikutan seminar, rapat, atau apapun itulah. Banyak banget sertifikat yang gue dapat tapi apalah artinya sertifikat itu pemirsaah sekalian. Gegara sering dispensa...

Gadis ini yang Lebih Dulu

Gadis ini mencintaimu lebih dahulu. Sebab, gadis ini mengenalmu lebih lama dari pada gadis itu. Seperti hari hari yang telah lalu, gadis ini selalu menunggu datangnya malam yang kian larut hanya untuk menunggumu yang jauh di benua orang hanya sekedar melepas rindu, perbedaan waktulah alasannya.  Tapi mengapa kamu menyembunyikan sebuah kisah cinta indah sejak setahun lalu yang kamu ukir bersama gadis itu, padahal kamu tahu gadis ini mencintaimu dengan seluruh perasaan batinnya? Dan seharusnya kamu tahu dia telah mencampakan banyak laki-laki yang menginginkannya demi kamu, tapi ini kah balasamu? Terlalu menyakitkan untuk perasaan seorang gadis seperti ini. Gadis ini terlalu lugu untuk kamu bodohi, dia suda meracuni dirinya sendiri dengan kata kata cinta. Dia terlalu kecil untuk tahu ini semua.  Seharusnya kamu tahu, gadis ini mencintaimu sejak hari pertama kalian berkenalan dilapangan sekolah pagi itu. Gadis ini memang tak tahu banyak tentangmu, tapi dia selalu menantik...

Ini Sebenarnya yang Ingin Aku Katakan

Halo, Apa kabar?  Masih ingatkah pada diriku? Sudahlah, aku tak perlu jawabanmu. Aku tahu kamu bahagia sekarang bersamanya. Sebenarnya sudah lama aku ingin menyampaikan hal ini padamu, menyampaikannya secara langsung bukan melalui tulisan. Tapi aku tak memiliki keberanian, aku hanya berani menyampaikan ini melalui tulisan yang mungkin kamu tidak akan pernah membacanya. Jauh sebelum kamu mengenal dia, aku sudah memiliki rasa ini padamu. Semenjak kita sering menghabiskan kebersamaan itu, menikmati rintik hujan dikala senja, menyatu dalam tawa melihat matamu yang tinggal garis, keseriusan ketika beradu pada butir butir soal yang kejam, berlomba menghabiskan makanan dalam piring kita, menepuk nepuk pundak ketika ada hal yang kita anggap lucu. Seringkali aku merasa nyaman ketika bersamamu, apa kamu juga merasa seperti itu? Mungkin tidak. Pernah dengan sengaja aku mengirim pesan singkat untukmu, karena aku rindu. Aku betah berlama-lama dalam hal apapun jika itu melibatkan kam...

Diam itu Milikku

Dalam diam aku masih mengagumimu mungkin lebih bisa jadi itu cinta, dalam doaku masih selalu menyebut namamu, dalam setiap ingatan masih sering terputar memori indah tentangmu, dan dalam setiap hembusan nafasku selalu ada dirimu. Aku memang lebih memilih tertawa, karena aku sedang tak ingin bercerita mengapa aku bersedih. Ada sebab mengapa aku tak ingin terlihat sedih. Meskipun aku tahu air mata adalah cara bagaimana agar mata berbicara ketika bibir ini sudah tak mampu untuk berbicara. Tetesan itu harusnya sangat bermakna bukan tanpa makna. Jika saling mencintai itu indah, aku mau. Tapi bukankah mencintai itu bukan jaminan untuk bahagia? Bagaimana dengan perhatian, kasih sayang, dan ketulusan? Apa itu hanya gurauan darimu selama ini? Mungkin cinta ini tak terbalas, mungkin cinta ini tak pernah ada ujungnya, mungkin cinta ini perjuangan, mungkin cinta ini pengorbanan, mungkin juga cinta ini palsu. Entahlah, aku tak tahu jenis yang mana. Aku menangis dalam tawaku, rupanya diam...

Kesempurnaan Batin

12 April 2012, Jumat. Hari ini kami berkunjung ke panti asuhan sekaligus pesantren dalam rangka merayakan khatamul quran. Letaknya di ujung aspal (kagak tau namanya) jalan Purnama 2, perbatasan aspal dan tanah merah. Jujur aja, saya prihatin dengan kondisi panti asuhan sekaligus pesantren itu. Muridnya banyak sampai 150an orang tapi mereka gak punya donatur. Gak ada air PDAM, mereka hanya mengandalkan sumur. Kalau lama gak hujan dan persediaan air habis mereka terpaksa minum air parit. Bersih sih paritnya, soalnya saya juga pernah minum air diparit itu waktu ada kegiatan alam. Mereka gak punya orang tua, mereka gak pernah ke mol, mereka gak pernah shopping, mereka gak punya hp, apalagi tab, smartphone, blackberry, lumia -,- Panti itu bukan milik lembaga, melainkan milik perorangan. Nah, pemilik panti tersebut alumni sekolah saya juga. Dia dibantu teman-temannyalah dalam mengembangkan panti sekaligus pesantren itu. Saya salut sama bapak itu. Hebat. Dia berhasil mendidik anak...

Ambarrukmo dan Kami

Sepulang dari Prambanan , Yogyakarta. Kenapa postingan ini saya beri judul 'Ambarrukmo dan Kami?' Awalnya saya mau memberi judul 'Ambarrukmo dan Kita' tapi kedengarannya terlalu vulgar. Ini tentang sebuah catatan kecil saya bertemu dengan seorang yang lumayan memberi semangat dalam hidup. Saya ingin menepati janji bertemu dengan sesorang yang sudah sekian tahun nggak ketemu Basith Kuncoro Adji . Ceritanya si dia ini teman SMP saya di Pilot Internasional Standar of Junior High School of 3 , Pontianak (SMPN 3 Pontianak). Tapi kami beda kelas, ya walaupun begitu saling mengenal. Ingat pepatah yang mengatakan, Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Sayang Maka Tak Cinta!  Jam tangan menunjukan pukul 14:20 saatnya mencari tempat ketemuan yang udah di sepakati, Ambarrukmo Plaza. Saya nggak tahu persis letaknya dimana, bertanya pada yang mengantar ia juga nggak tahu. Mama sama papa udah langsung cus aja balik ke hotel. Jadilah saya memutar otak menggunakan GPS. Thanks GPS...