Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Kamu, Semoga Penyakit itu Pergi!

Senyum cantikmu, hilang menjadi pedih. Langkah anggunmu, kini telah layu. Bibir merah delimamu, kini sudah seperti buat apel kering. Sinar matamu telah padam. Tidak ada lagi semangatmu. Tidak ada lagi tawamu. Tidak ada lagi nyanyian merdu yang sering kamu perdengarkan. Tidak ada lagi jelly sedap buatanmu. Kini.. yang terdengar hanyalah... Jeritanmu ...!!! Jeritan ketika jarum suntik itu menyentuh tubuhmu Tangisanmu ...!!!  Tangisan ketika badanmu tersentuh benda. Rintihanmu ...!!! Rintihan, rintihan setiap waktu. Sakiiiiit... sakit...! katamu. Masih terdengar jelas ditelingaku rintihan halusmu. Disini, kami juga merasakan sakit. Tapi bukan sakit yang sama seperti yang kamu rasakan, kami merasakan sakit melihat kamu sakit. Semoga penyakit itu bisa pergi. Semoga bisa terlihat lagi senyum cantikmu. Semoga bisa kamu hadir (lagi) di ulang tahunku tahun depan. Semoga bisa kita berlebaran bersama. Semoga bisa .. semoga bisa .. Cep...

Batin pun Merindu

Batin membuncah kian tak menentu Batin menjerit, menderit, mengernyit, penuh derita Merasa nelangsa ketika sepi, seolah bumi mati Deritanya sakit, tuan. Namun, masih terbesit cinta.  Jeritannya memilukan, tuan. Namun, masih merdu mengatakan cinta. Erangannya menjijikan, tuan. Namun, ada belaian liar untukmu sang pemilik cinta. Ini benar, bukan bualan. Ada rasa rindu di batin, Rindunya ada, rindunya nyata. Sakit memang rasanya, tak mampu lagi hamba mengerang  Pilu memang rasanya, tak mampu lagi hamba menahan Gelisah memang rasanya, pada saat hamba diserang Tapi ini anugrah yang indah,  Anugrah dalam bentuk penyakit bagi hamba yang sedang dilanda rindu saat bercinta.

Kamu di Balik Sebab

Aku adalah aku, Sebab aku bukan kamu. Aku menjadi aku,  Sebab kamu tak menjadi aku. Aku berjumpa kamu, Sebab matamu kini terbuka. Aku bicara kamu, Sebab kamu mengerti frasa. Aku merindu kamu,  Sebab kamu membuat sendu. Aku menunggu kamu,  Sebab kamu hilang tak menentu. Aku berharap kamu,  Sebab cinta sudah diucap. Aku berpikir kamu, Sebab kamu telah hadir. Aku terus berkata, entah pada siapa. Karena jika Tuhan mendengar, Ia pasti tahu kepada siapa. Dengerin soundcloudnya disini :)

Senja Hari Itu

Dikala senja, aku lebih sering menyandarkan punggung ini pada mu. Menikmati hembusan angin yang menerbangkan poniku, serta membawa aroma mu.  Matahari tepat dibawah cakrawala saat itu, sudah tak ada lagi yang bisa dibedakan sekali pun itu bintang, dirimulah bintang. Ketika kita tak lagi melihat keatas, tak lagi melihat langit, kita tak akan pernah tahu kebebasan yang kita miliki saat ini begitu luas bila kita nikmati. Seiring berjalannya waktu kita semakin sering bersama untuk melakukan sebuah perjalanan panjang kehidupan. Berjalan di bawah langit biru nan megah beralaskan bumi yang terus berotasi tiada henti. Melihat keindahan yang teah Tuhan ciptakan sungguh itu luar biasa. Senja hari itu tidak biasa, langit hitam nan kelam membawa kita dalam sebuah pelukan hangat nan syahdu. Tak ada halilintar, tapi ada suara jeritan yang begitu menusuk telinga. Jeritan hati ini, tak bisa ditahan lagi. Bahkan dalam jarak yang sedekat ini aku masih tak percaya itu kamu. Karna selama ini y...

A Little Poem

Setahun hampir berlalu, Kenangan indah terlukis di kalbu Semua suka duka,sedih bahagia Telah terlewatkan disini, Kelas ini Sejuta momen momen indah Tersirat didalam dada Seakan tak ingin berpisah Walau itu akan terjadi juga Kelas ini, Walaupun jendelanya bersih tanpa kaca, Lantainya penuh debu usang, Namun ini kelas kita Tempat kita menuntut ilmu Tempat kita bercengkrama bersama Suka dan duka Kelas ini, Meski sering dinodai banyak konflik Yang penuh dengan sejuta intrik Namun ini kelas kita, Milik kita ! Punya kita ! Walau sebentar lagi kelas ini akan kita tinggalkan, Jangan lupakan kelas kita ! Biarkanlan menjadi kenangan indah nan berharga Yang kan tersimpan di dalam hati kita semua. TRIBUTE TO XA SMUNJU 2010-11 YESTERDAY FOREVER by Michary DangerousEra Moonwalker