Budapest, Hungary (Pusatnya Cabe-Cabean)

Bus melaju di Autobahn yang mulus, tidak ada satu sisi jalan pun yang berlubang atau bergelombang. Melewati beberapa kali perbatasan negara, berhenti diterminal-terminal kecil untuk menurunkan dan menaikan penumpang, atau hanya sekedar istirahat beberapa belas menit supaya pantat nggak pegel. 8 jam perjalanan saya habiskan hanya untuk tidur, pipis, dan tidur lagi.

Keesokan paginya, tepat pukul 8 pagi hari, sampailah kami di terminal antar negara di Budapest, Hungaria. Letak teminal ini sebenarnya jauh dari pusat kota, ada beberapa alternatif yang bisa digunakan, seperti Taxi, Rental Car, atau Kereta. Saya lebih memilih naik kereta, selain murah ada sensasi yang benar-benar nggak bisa dijelaskan. Ok, this is not my first time in Budapest. Three months ago, I was here and I still remember all of the crazy things. Stasiun tua dengan eskalator yang sangat miring, kereta dengan suara sangat keras adalah awal dari cerita kali ini.

Ada banyak pusat wisata yang bisa dikunjungi, ada banyak hal yang bisa dilakukan disini, ada banyak makanan yang harus dicoba, ada banyak hal keren disini, dari sekian banyak daftar yang sudah kami tulis, Happyhostel Budapest adalah tujuan pertama kami. Mau mandi dulu, gengs.

Budapest berawal dari dua kota bersampingan (Obuda disisi barat dan Pest disisi timur) yang digabungkan pada tahun 1873, dan dipisahkan oleh sebuah sungai besar, bernama Donao. Menurut saya, di Buda suasananya lebih tenang dan tradisional dibanding di Pest yang hiruk pikuk dengan kehidupan metropolitannya. Buda dan Pest, meskipun berbeda, mereka tetap satu, dan saling melengkapi.

Széchenyi Bridge

Sudah banyak sekali website travelling yang menceritakan tentang kecantikan kota Budapest dengan segala point of viewnya, mulai dari Liberty Statue, Buda Castle Hill, Matthias Church, Fisherman’s Bastion, Hungarian Parliament, St. Stephen’s Basilica, sampai Heroes Square. Budapest sendiri terkenal dengan Thermal Bath, Coffee House dan Free Walking Tournya. Senang sekali rasanya berkesempatan berenang (a.k.a berendam) di Széchenyi Thermalbad und Schwimmbad. Sumber mata air panas memang merupakan salah satu possession kebanggaan masyarakat Hungaria yang katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

The names of few famous coffee houses in Budapest are, Gerbeaud, Ruzwurm, Ney York, Central etc. But I would like to say that Ruszwurm is all the best! I was here for three times. Usianya sudah 150 tahun. Bayangin! Tahun segitu udah ada yang nongkrong-nongkrong di Cafe, apa coba yang digosipin orang-orang itu? Rencana perang dunia? Perdamaian dunia? Saking terkenalnya, Ruszwurm ini selalu ramai, bahkan disinilah saya untuk pertama kalinya bertemu dengan sutradara kondang, Hanung Bramantyo.

Szimpla Kert

Selain itu, ada beberapa tema menarik yang ditawarkan untuk Free Walking Tour, antara lain, Budapest Free Tour, Free Communist Tour, Free Jewish District Tour, dan Budapest Pubcrawl. Setelah berdebat panjang lebar seRT, akhirnya kami memutuskan untuk ikut Free Jewish District Tour. It's all about old Jewish District, learn how the Jews played an important role in Hungarian society from the 19th century from the country’s transition to capitalism to the revival of the capital’s city culture. Discover the most important sites like the largest synagogue in Europe, ruin pubs, and many more.

Menikmati sore di pinggiran sugai Donau, juga menjadi favorite saya. The Danube River is the longest river in the EU and the second longest river on the continent of Europe. Sebenarnya, sore dari atas bukit di Buda juga nggak kalah menarik. Fisherman’s Bastion actually makes a great viewing terrace for a panoramic view of Budapest’s Danube River, the Parliament building and city's sweeping skyline.

Great Market Hall

Psssst! Melancong, rasanya belum sah kalau belum berinteraksi dengan masyarakat lokal, bener nggak? So, let's go to Great Market Hall. What is that? That's the largest indoor market in Budapest. Kita bisa belanja-belanja murah disana, apalagi cabe-cabeannya! Saking murahnya disana, rasanya pengen saya borong semua, sekalian sama mamang-mamangnya. Budapest memang terkenal dengan cabenya, karena tinggat produksinya tinggi sekali. Jadi, bisa dibilang lah ya kalau cabe-cabean itu asalnya dari Budapest yang berkembang biak dengan sangat baik di Indonesia. 


Travel is the only thing you buy, that makes you richer. 
 So, see you next time, guys!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Kuliner Populer di Pontianak

Kilas Balik Kehidupan SMA

#MimpiKawancut : Ketika Mimpi Jadi Kenyataan