Bukan Kolam Susu, Ibnu!
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada bada tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Kalau mendengar lagu ini rasanya gue dibawa terbang ke masa lalu...
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada bada tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Kalau mendengar lagu ini rasanya gue dibawa terbang ke masa lalu...
-------------
Waktu itu gue kelas X (satu SMA)
Bel tanda pelajaran akan segera dimulai. Setelah ini kami akan belajar geografi, yeaaah! Mata pelajaran kesukaan gue kala itu. Aku bergegas masuk kedalam kelas dan duduk di kursi paling depan, menyiapkan buku-buku yang mungkin diperlukan selama proses belajar nanti. Gue lihat teman-teman masih duduk diteras depan kelas, suara tawa mereka masih jelas terdengar. Sedikit lelucon keluar bergantian dari mulut mereka, ah, inilah SMA! Indah nya bukan kepalang.
Tiba-tiba suara kebahagiaan itu pecah menjadi keributan. Teman-teman sekelasku berebut masuk ke kelas dan segera menduduki kursi yang letaknya paling belakang. Ingat sekali saat itu jumlah kursi dikelasku ada 36, sedangkan siswanya hanya 29 orang.. Betapa lebihnya. Apa yang membuat mereka seperti itu, tak lain tak bukan, Bu Ning lah penyebabnya - guru geografi yang dikenal dengan mata elangnya (re: killer gak main-main) tidak satupun murid yang mau duduk dikursi depan. Seluruh siswa duduk dengan rapi, berselang beberapa menit kemudian guru tersebut pun masuk dengan membawa setumpuk buku, kotak pensil, dan hmmm, penggaris kayu. Entah apa niatnya, mungkin ini yang akan membantu kami belajar nanti. gue lihat ke kiri dan ke kanan, hmm. Lagi-lagi dideretan terdepan hanya ada gue, Diana, dan Dio yang duduk agak jauh dariku. Kursi sebelah kosong. Ya, sudah menjadi kebiasaan, tidak aneh.
Pelajaran segera dimulai. Kami semua mengencangkan sabuk pengaman. Memeriksa kantong oksigen yang sewaktu-waktu akan keluar dari atas tempat duduk kami, melihat apakah pelampung berada ditempatnya dan segera mematikan handphone. Kami akan segera terbang mengelilingi galaksi bima sakti, menembus awan dan jauh, jauh, semakin jauh hingga bumi tak terlihat lagi. Mempelajari lintasan setiap planet, memahami, dan mempraktikannya.
Gue sibuk membolak balik setiap lembaran buku usang yang aku pinjam dari salah satu guru geografi dari sekolah lain yang merupakan tetangga sebelah rumah, mendengarkan penjelasan dengan sebaik-baiknya, mencatat apa saja yang belum aku ketahui. Guru pun tampaknya sangat bersemangat dalam menyampaikan materi. Sedikit saja pandangan kami lengah dari papan tulis, penggaris kayu pun berbunyi menghantam meja.
Ketika bu Ning mencontohkan perputaran bumi mengelilingi matahari tiba-tiba dari deratan paling ujung seorang murid bernama Ibnu melantunkan potongan lagu Koes Plus itu. Lalu dia tertawa, entah apa yang dianggapnya lucu. Mungkin kata susu, sumpah ini tidak lucu. Novan, si hidung kembang kempus pun ikut tertawa, kami sekelas tertawa. Lalu, bu Ning pun tertawa dan pada akhirnya. Praaak!! Penggaris menyentuh papan tulis keramat, kami terdiam mengalihkan padangan ke buku yang tergeletak lemas diatas meja, sambil menahan tawa, dan menahan mencret. Gue lihat beberapa dari mereka menutup hidung dan mulutnya untuk menahan tawa.
"Ibnu! Maju!"
"Sama Nopan ye, bu! Kan die ikut ketawa juga..." Ibnu memohon.
"Novan! Cepat maju!"
Beberapa saat setelah mereka berdua berdiri didepan kelas, susasana menjadi awkward.
"Trus kite ngape disini, kantin yok, Pan!" Lalu kami tertawa. Sudah dihukum malah mau kekantin pula.
"Heeeeh cepat contohkan bumi mengelilingi matahari!" Perintah bu Ning.
Seketika suasana cair kembali, disebabkan panas bumi yang semakin meningkat. Melihat tingkah laku dua lelaki itu kami tertawa terbahak-bahak. Mereka kebingungan. Padahal bu Ning sudah membagi tugas, Novan sebagai matahari dan Ibnu sebagai bumi. oh God mereka masih saja terbalik balik. Matahari yang mengelilingi bumi. Bumi diam joget joget nggak karuan sambil menyanyikan lagu kolam susu..
"Bukan kolam susu, Ibnu!"
"Cuma tau lagu itu, bu. Saya bukan ariel" *ini nggak tau maksudnya apa*
Bu guru hanya terdiam sambil geleng-geleng dari jarak yang terlalu jauh dengan mereka.
Hal seperti ini terjadi berulang-ulang. Entah dimana letak kelucuannya, kami semua juga tak tahu. Setiap sampai dipenggalan kata susu, terdengar sedikit penekanan *abaikan*
-------------
Tentang Ibnu
Foto di atas adalah cowok ganteng kelahiran Pontianak yang ngebet pengen punya pacar bernama bernama lengkap Muhammad Ibnu Yurayama *keren kan namanya* IYA ITU NAMA ASELI KOK! Well, foto diatas bukan editan, itu foto ASELI. Entah gimana ceritanya dia pakai boxer kesekolah. Dia pertama kali punya akun facebook kelas satu SMA, yang buatin emailnya Yoga, trus gue buatin facebooknya. Dia punya fans page, mungkin sekarang udah punah namanya Yurayestre *fix, ini gue juga yang buat. Kabarnya sekarang dia udah punya cewek sih.. Sekarang dia juga udah punya akun twitter, dia udah gaul sekarang.
Pertama kali gue kenal dia, di les pas SD kalau nggak salah. Jadi kita ikut les matematika, kita selalu duduk bersebelahan. Nah, anehnya gue nggak pernah diajarin sama tuh guru, tapi si Ibnu diajarin mulu. Kebiasaan Ibnu yang masih gue ingat adalah setiap dapet soal bukannya langsung dikerjain, tapi dia selalu mencari alasan lain, kadang pura-pura mau minum, mau pipis, laper, trus pernah juga dia mau beli tip-ex, alasannya nggak punya, padahal di atas mejanya tipe-ex tergeletak manja pengen dielusin.
Bertahun-tahun nggak ketemu, akhirnya kita satu sekolah lagi. Kesan pertama sangat buruk. Seperti biasa, dalam MOS ada kegiatan perkenalan guru mata pelajaran. Nah, pas perkenalan dengan guru matematika (jadi wali kelas) kita langsung tes. AJE GILE, INI SERIUSAN!! HASIL TES, DARI SEKIAN BANYAK SISWA HANYA SATU ORANG YANG JAWABANNYA BENER! DAN ITU BUKAN GUE!! Waktu itu kita tes-nya pakai kertas selembar, lo semua tau si Ibnu ngerobek kertasnya pake liur kayak anak SD gitu. Tau kan.. Gini-gini... Kertas dilipat, lalu bagian lipatannya dijilat biar aga lembab makanya mudah dirobek. Kertasnya ada bercak-bercak liur gitu lalu dikasih ketempan sebelahnya, Ya TUHAN!
Gue salut sama nih anak, dengan segala keterbatasannya dia bisa menjadi anak tereksis di sekolah. Siapa yang nggak kenal Ibnu? Hah, boleh jitak pala gue kalau ada yang nggak kenal. Kada percaya dirinya, luar biasa, overdosis. Ibnu berangkat sekolah dengan motor tit*an merahnya dan pakai helm KYT kedodoran yang memiliki warna selaras. Pas MOS, Ibnu menjadi ikon kelas. Pernah suatu ketika dia ditanya dengan kakak OSIS, "Apa hobi kamu?" Ibnu pun menjawab "memancing". Lalu ibnu di suruh mempraktekan posisi ketika memancing dengan menggunakan pengepel. Lama...... lama.... lama..... lama....
"Mana ikannya?" Kata kakak itu.
"Name gak bulak-bulak kak, tak ade ikan nyantol di ujong kaen tuh! Sampe kamek betandok pon mukjijat lah ikan tecogok disitu..." Suasana kelas pun ramai.
Ahh, gue jadi kangen banyolan Ibnu. Kelas 2 kita udah nggak sekelas, dia melanjutkan ke program IPS dan gue IPA. Kelas kita jauhan, walaupun masih sering ketemu dilapangan sih. Yang gue ingat anak-anak dikelas suka banget maini kepalanya Ibnu, lembut kaya kepala bayi sih :)

Komentar
Posting Komentar