Ragam Kuliner Populer di Pontianak

Jalan-jalan kesuatu daerah belum lengkap kalau belum mencicipi kuliner khasnya, bener nggak? Kota Pontianak memiliki kuliner yang sangat unik, mungkin karena daerah ini didominasi 5 etnis yang berbeda, Tionghoa, Melayu, Dayak, Jawa, dan Bugis. Nah, makanan ini sangat mudah ditemui, penasaran sama kulinernya yang berani main rasa? Yuk, kita cicip sama-sama!




  • Sotong Pangkong, Jajanan Dibulan Ramadhan : Sotong, atau yang lebih dikenal dengan cumi-cumi sebelumnya harus dibersihkan dan dijemur dibawah sinar matahari sampai benar-benar kering. Lalu dibakar menggunakan arang dan di pangkong (dipukul menggunakan alat, misalnya palu) sampai bentuknya pipih. Kemudian disajikan dengan 2 varian saos yaitu, saos kacang dan saos ebi. Kalian bisa menemukan jajanan ini dimana saja, tapi tempat paling populer adalah disepanjang jalan Merdeka, terserah kios yang mana saja! 
http://cdn.klimg.com/kapanlagi.com/cityguide/images/content/yang-gurih-dan-kenyal-ya-sotong-pangkon-a6975b.jpg
via Kapanlagi.com

  • Mie Sagu, Geli-Geli Sedap : Ada yang mengatakan bahwa mie sagu adalah makanan khas daerah Selat Panjang, tapi perlu diperhatikan bahwa mie sagu dari Pontianak dan Selat Panjang memiliki karakteristik yang berbeda. Mie sagu dari Selat Panjang berukuran kecil dan panjang, lalu disajikan dengan cara digoreng, sedangkan mie sagu Pontianak berukuran agak besar tapi pendek, kemudian di rebus. Teksturnya yang kecil dan kenyal, menimbulkan sensasi khas ketika dikunyah, mirip ulat sagu yang lagi party. Lebih lengkap disajikan dengan daun kucai, udang ebi, tauge, dan kacang tanah. Ada 3 yang paling juara, Mie Sagu Mujahidin, Mie Sagu dijalan Dr. Hamka, Mie Sagu didepan SMA 9 Tanjung Raya.
    https://iandini.files.wordpress.com/2008/01/dscn9580.jpg
    via iandini.wordpress.com

  • Bubur Pedas, Murah dan Menyehatkan : Beras yang sudah disangrai dan dihaluskan dimasak dengan berbagai macam sayuran dan umbi-umbian, jangan lupa masukan bumbu dapur seperti lengkuas, daun salam, serai, bawang merah, bawang putih, dan merica. Untuk memperkaya rasa, tambahkan pula ikan teri dan kacang tanah yang sudah digoreng, jeruk limau, kecap, dan sambal.  Bubur Pedas Pak Ngah dijalan Pangeran Natakusuma dan Bubur Pedas dijalan Merdeka menjadi andalan saya.
Bubur_Pedas_3
via wisatapontianak.com

  • Chai Kwe / Choi Pan, Pastel Kukus Isi Sayuran : Perpaduan antara tepung beras dan tepung tapioka menghasilkan adonan yang kenyal, lalu diisi dengan kucai, bengkuang, keladi, atau rebung, kemudian dikukus. Tambahan minyak bawang, membuat rasanya semakin khas. Banyak sekali kedai yang menjual makanan ini, tapi Chai Kwe dijalan Siam adalah yang paling favorit.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgapvConBPZOthkORzdYXsMRmcI8vy7exV_BlrhfezmasW2utJGC6VOzi_ASym75_XAULEVhiirOzUncjp4zlB29qBLN7Et95oaURBu-p3_jZ9QTEe7PguPvPQlzn5xDDHFxM3ue3xfuXU/s1600/IMG_2476blogger.jpg
via Google

  • Kwetiaw Goreng vs Kwetiaw Rebus : Rasanya yang lezat dan mengenyangkan membuat ia menjadi primadona di Pontianak. Terbuat dari mie pipih berwarna putih, yang dimasak dengan bumbu dapur sederhana, kemudian ditambahkan daging sapi (atau babi), telur, jeroan, daun sawi, dan tauge. Hampir setiap rumah makan menyediakan menu ini, tapi yang paling legendaris adalah Kwetiaw Apollo dan Kwetiaw Antasari.   

  • Kerupuk Basah, Kerupuk kok Basah? : Makanan khas asli kapuas hulu ini memang unik, kerupuk biasanya digoreng, tapi yang berbeda. Berbahan dasar ikan (Belidak, Tenggiri, atau Soman) yang dicampur tepung tapioka, kemudian di bentuk seperti pempek lenjer, lalu direbus atau dikukus sampai mengembang. Disantap dengan sambal khas yang terbuat dari cabe, kacang tanah, garam, dan gula. Makanan ini tahan lama sehingga cocok dijadikan oleh-oleh, loh! Bisa anda beli dijalan Sumatera, Cafe samping Radio Volare Pontianak.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdzkADgFHz6RucPeLqtBtVwFo1x2VQpfZoslTildi3rIA6vtU-q2KbImnqIeUzbiM8tqg5U_Hpb9Iyjv5fjdBGnRjPUCRt-tTLTatSK94QI0xAahs3ZD0SRg7rYhuw6D8Vm0qFqA7gF9GB/s1600/kerupuk-basa-1.JPEG
via BeritaDaerah.com
     
  • Lek Tau Suan : Makanan khas orang tionghoa yang bisa dibeli disepanjang jalan Gajahmada, terbuat dari kacang hijau yang sudah dikupas kulitnya dicampur dengan kuah yang terbuat dari tepung tapioka, lalu disajikan dengan Ca Kwee (adonan tepung terigu yang digoreng).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieDH8NlGqhNO093H3WW_BKaZoLad_-CU4fPVakWnEdtqag1XS_MQ-9-l-bLAywDkVDXzc_nB43DFAj9_oSTN9QaFwBcIyxIB_R6beJCcb6VrTyMO9G6QxTseWEkMfVJeSFaPyCppbuHXA/s1600/dessert+-+3A.jpg

  • Lidah Buaya : Salah satu tanaman andalan dikota Khatulistiwa. Sebagian besar wilayah Pontianak adalah lahan gambut itulah sebabnya tanaman ini bisa tumbuh subur dan menghasilkan ukuran yang sangat besar. Terdapat berbagai macam olahan seperti, Dodol Lidah Buaya, Es Lidah Buaya, Kerupuk Lidah Buaya, bahkan Tepung Lidah Buaya sangat bagus untuk dijadikan bahan dasar kosmetik. Didaerah Siantan banyak sekali warung tenda dipinggir jalan yang menjualnya, atau bisa juga membelinya dipusat oleh-oleh. 
http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2008/11/img_0687.jpg
via infomakan.com

  • Olahan Durian, Tempoyak vs Lempok : Tempoyak adalah durian yang sudah difermentasikan, sehingga rasanya asam dan beraroma menyengat. Bisa dihidangkan langsung atau diolah lagi menjadi masakan yang lebih nikmat, misalnya Tempoyak Udang, Tempoyak Ikan Teri, atau Asam Pedas Tempoyak Ikan. Lain halnya dengan lempok (dodol), cocok untuk oleh-oleh dan rasanya manis. Cara membuatnya hampir sama dengan membuat dodol pada umumnya, durian dan gula dimasak hingga mengental selama 3-4 jam.
Tempoyak via kaya-reflections.blogspot.com


  • Cencalok, Nikmatnya Udang Fermentasi : Berupa udang berukuran kecil (ebi) yang difermentasikan, makanan ini bisa tahan berbulan-bulan, rasanya asin, biasanya cencalok ditumis menggunakan bawang merah, bawang putih, dan cabe rawit, semakin nikmat ketika disajikan dengan nasi hangat. Bisa dibeli dikios-kios pinggir jalan atau dipasar tradisional.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQzejHlBRDF98RlBfAzWf_zzSm0NWVgT8T3rMhBa2SLTlF6jy0KZJOgX_wB24YU7aP8znOXirFl-qcXACfd4t9RtayNK7V19MMMEO2axIWehtW7v_SejGuefv4UAhiIdlMvWf9sXeK0eYL/s400/Cencaluk.JPG
via penaciknasiha.blogspot.com

  • Bingke : Saat ini sudah banyak varian dari kue bingke seperti, susu, jagung, kacang hijau, dan cokelat. Bahan dasarnya, telur, santan, gula, tepung beras, dan kue bingke ini harus dipanggang dua kali hingga akhirnya benar-benar bisa dinikmati. Berbentuk seperti bunga yang memiliki 6 kelopak dan bertekstur lembut. Begitu masuk dimulut, nyess! Ada rasa yang tak biasa. Bingke bisa dimasukan kemesin pendingin sehingga tahan lebih lama.
via camattenggara.pontianakkota.go.id

Gimana, udah kenyang? Buat yang belum icip-icip, mungkin kalian bisa memasukan Kota Pontianak sebagai destinasi liburan selanjutnya. Masih banyak makanan lainnya yang tidak kalah unik dan memiliki cita rasa yang khas. Untuk referensi tambahan tentang kuliner di Pontianak, silahkan buka infopontianak. 

Selamat Berlibur, Selamat Makan!

Komentar

  1. Ngiler liat foto makanannya... hampir semua makanan diatas belum pernah aku cobain (kecuali Bingke, Olahan durian dan kwetiau) Kalo ke Pontianak bakalan aku cobain semuaaa yang ada di list di atas haha.

    The Anandic: Passion Journal

    BalasHapus
  2. aku jadi keinget lempok, slruuuppp.. salah satu temen yang asli kalbar sempet bawakan lempok dan buatan neneknya sendiri, rasanya nendang, mantep banget. seumur-umur makan lempok baru itu lempok paling enak sepanjang hidup. mau lagi tapi g dijual ditoko :(

    btw sotong sama cumi sama ya? soalnya dulu pas di papua beda sih.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wih asik.. biasanya kalau mau beli lempok emang pesen dulu sih, ga lgsg dijual di toko, kalau pun ada produknya udah agak lama.

      sepertinya sotong, cumi, dan gurita itu beda, hhahaha

      Hapus
  3. Wah kalo aku sih pernah makan bubur pedas, tapi rasanya kurang cocok di lidah
    XD

    Lidah buaya seger sih.. cuma nggak tau kenapa makanannya aneh aneh ya, beda gitu. Tapi jadi penasaran pengen coba yang lain XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. cerita dong, kenapa ga cocok? karena campuran sayurnya yg terlalu banyak atau apa?
      Silahkan coba makanan yang lain yah :)

      Hapus
  4. Oh kwetiaw dari Pontianak...oh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak tau dari mana asalnya, tapi yg jelas Kwetiaw populer disanaaa

      Hapus
  5. Chai kwe paling enak kak.
    Anda sedang mencari
    AGEN POKER | JUDI POKER | POKER ONLINE | AGEN POKER TERPERCAYA
    Disini Tempatnnya. Daftarkan diri anda segera di:
    V77Poker

    BalasHapus
  6. hmmm... penasaran sama mie sagunya.... :D
    bingke, di tempat beta (banjarmasin) nyebutnya bingka, masih saudaraan kayaknya hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya sih, bingke sama bingka itu sama. Cuma karena disini bahasa sehari-harinya melayu (hampir semua kata berakhiran e) makanya jadi bingke :D

      Hapus
  7. kadang kalau ke daerah luar pulau jawa itu aku suka bingung sama kuliner-ya. dalem hati cuma bisa bilang "kok kepikiran buat ini yak"

    BalasHapus
    Balasan
    1. entah dari mana asal muasal ide nya yaaah wkwkkwkw :D

      Hapus
  8. YAAMPUN!! JADI LAPER, COYYYYY!!!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kilas Balik Kehidupan SMA

Fenomena Bocah Penjual Diri