Surat untuk Ayah-Bunda; Suara Hati Kami

Assalamu'alaikum, Ayah-Bunda yang saya cinta!!

Sudah lama kami merangkai kata untuk kalian, yang kini telah berubah menjadi paragraf padu. Berisikan tentang jeritan hati kami; keluh kesah, kebahagiaan, serta berbagai macam potret kehidupan yang selama ini kami jalani, yang sebenarnya ingin sekali kami ceritakan padamu. Tapi apa daya, tidak sedikitpun waktu kalian untuk kami.

Ayah-Bunda dengarkan ini!
Ketika rumah megah, jabatan, dan harta menjadi panutan. Yakinlah tidak sedikitpun rasa puas menyentuh hati kalian. Panasnya terik matahari sekalipun sudah lagi tidak bisa kalian rasakan demi gengsi, demi menjaga image dihadapan relasi kalian. Siang dan malam kalian bekerja mengais pundi-pundi rezeki, sementara disini, dirumah, kami menunggu kedatangan kalian. Datang tengah malam disaat kami telah tertidur lelap, mengusap lembut pipi dengan jemari penuh kehangatan, mencium kening kami, mengucapkan selamat malam. Sungguh kami ingin melampiaskan kerinduan masa kecil kami pada kalian! Setiap saat kami berharap ada sedikit waktu yang kalian sisakan untuk kami, untuk bercengkrama, bertukar cerita, atau belajar pada kalian.

Saat ini dimana kalian, Ayah-Bunda?
Masihkah dibelakang meja kantor dengan setumpuk kerjaan yang akan kalian bawa juga ke alam mimpi? Menggantikan posisi kami dengan lembaran-lembaran kertas penuh tanda tangan itu?
Ayah-Bunda, kami rindu kalian!!
Rindu bersama kalian, menghabiskan waktu luang untuk bertukar cerita. Berlibur diakhir pekan. Makan malam bersama, dan ketika kami bangun pagi wajah segar kalian lah yang kami lihat begitu juga ketika kami menutup mata dimalam hari.

Sebelumnya, kami ingin mengucapkan terimakasih atas kemandirian yang kalian ajarkan pada kami. Saat ini kami bisa melakukan banyak hal sendiri tanpa arahan dari kalian lagi, tanpa bantuan baby sitter lagi. Tapi ini kah maksud kalian, agar kami bisa berdiri tanpa ada yang menopang, atau melangkah tanpa ada yang menuntut. Mana bisa kami seperti ini, Ayah-Bunda.. Karena kami telah terbiasa bersama kalian, mendengarkan tutur kata halus, ucapan penuh kasih, detik kehidupan yang penuh manja.

Ayah-Bunda, pulanglah...!!
Kami dirumah menunggu kalian. Menunggu makan malam bersama kalian. Bukan kami egois, kami hanya ingin diperhatikan! Jika suatu saat nanti kalian mendapai kami telah meringkuk didalam tahanan, membawa kami kerumah sakit, atau bahkan kalian mendapatkan kami tengah dikerumuni oleh orang banyak karena melakukan sebuah kesalahan, jangan katakan kalian tidak mengetahui penyebabnya! Sebab, kalian sendirilah penyebab kami melakukan hal itu. Itu adalah cara kami mencari perhatian, walaupun kami tahu itu salah.

Ayah-Bunda, peluklah kami...!
Agar kami bisa merasakan ketenangan seperti yang kami harapkan, kehidupan penuh cinta, pujian dari kalian, dan kecupan hangat yang mendarat di pipi kami setiap harinya. Kami memiliki hak atas diri kalian, sebagai tempat untuk bersandar, belajar.

Diantara serpihan hati yang telah diutarakan, ada rasa kagum pada jiwa kalian. Yang sebetulnya kalian bekerja siang malam untuk memenuhi kebutuhan kami, memberikan kehidupan yang layak agar kami bisa dipandang, bahkan diakui. Tapi, Ayah-Bunda, bukan itu saja yang kami mau. Kami mau kalian istirahat, memberikan hak-hak pada tubuh kalian sesuai porsinya.

Maafkan segala kesalahan dan khilaf kami wahai Ayah-Bunda. Hukumlah kami atas segala kesalahan yang membuat hati kalian menjadi jengkel. Sungguh tanpa hukuman kesalahan hanya akan mendatangkan keburukan abadi dan musuh-musuh. Doakan kami agar memiliki kesabaran dalam berbakti pada kalian, sungguh kami sadari, kesabaran kami tidak akan pernah cukup. Maafkan kami yang selalu membuat kalian susah dan resah. Kelak, ketika kami sudah jauh dari kalian. Hidup sendiri bersama pasangan kami, kami mohon, tetaplah doakan kami. Jangan acuhkan kami! Jika kami berbuat salah, maka ingatkan wahai Ayah-Bunda.

Komentar

  1. Hai Kak Anggit, salam kenal ya :) Aku baru berkunjung ke blog Kakak nih, sekalian follback boleh? Hehe... Makasih ya :) #SalamKawancut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Syifa, terimakasih sudah berkunjung.
      Tunggu ya :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Kuliner Populer di Pontianak

Kilas Balik Kehidupan SMA

#MimpiKawancut : Ketika Mimpi Jadi Kenyataan