'Ah Sudahlah Ya' It means Kalau Iya Gimana?

Kepada tuan pemiliki jiwa yang tangguh, dan hati yang suci..

Tuan, tahukah rasanya derita? Derita itu saya definisikan sebagai saya yang masih menyatu dalam kepura-puraan, pura-pura tidak mencintaimu, pura-pura tidak membutuhkanmu.

Ingatkah tuan tentang kunang-kunang? Tetap terang meski sekitarnya gelap, seperti yang pernah tuan katakan kepada saya. Saya harus menjadi seperti kunang-kunang itu, tapi saya lebih senang menyebut diri ini sebagai bintang. Karena bintang butuh cahaya matahari. Seperti saya yang membutuhkan tuan agar bisa bersinar.

Saya pernah bercerita tentang bintang yang selalu punya cara untuk mencintai lelakinya, meski itu dengan cara merelakan. Lebih baik bintang sakit daripada menyakiti. Indahnya cahaya bintang, meski itu hanya pantulan. Tapi keindahan bintang memang terpancar dari dalam dirinya. Begitulah bintang, lelakinya pun tau. 

Tuan pernah bertanya kepada saya, tentang Apakah Saya Mencintai Tuan? Tapi masih ingatkah tuan dengan jawab saya? Saya menjawabnya dengan 'ah sudahlah ya..' Sayangnya tuan terlalu suci untuk mengetahui arti dibalik jawab itu.

Tuan, mungkin bintang dan matahari dipertemukan bukan untuk menjadi kita. Meskipun matahari adalah seperempat kehidupan bintang, maka bisakah tuan sempurnakan itu pada diri saya? Bintang ingin matahari seutuhnya, bintang butuh kepastian, bintang lelah, dipermainkan, perasaanya. Bintang rapuh tapi ada matahari yang membuatnya semakin kuat. Matahari berhasil meyakinkan bintang, bahwa tidak ada kekuatan tanpa cinta. Bintang percaya, bintang yakin, ada cinta sayang perhatian dan semangat untuknya. Bintang mulai menyimpan rasa diam-diam, semoga Tuhan mengekalkannya. Matahari ingin menjaga bintang, memiliki bintang, dan selalu ada untuk bintang. Semoga Matahari tidak pernah lupa, sebab bintang juga ingin memilikinya.

Bicara cinta, siapalah saya ini, rasanya masih tak pantas. Yang saya tahu, cinta tidak mengenal jarak, cinta tidak mengenal masa lalu, dan cinta tidak butuh alasan. Begitulah saya mencintai tuan, tanpa alasan. Bicara rindu bukan sekedar helaian ingin bertemu, tapi sempurnakan rindu dengan tanya. Sudah siapkah ingin bertemu? Bagaimanapun saya harus siap, apapun, bila Tuhan mengizinkan. 

Semoga tuan membacanya..

Komentar

  1. Cieee curhatt ciee.. mataharinya siapa tan? Udah langsung ngomong ke orangnyaaa...

    BalasHapus
  2. Kyaaa kalo aku adalah tuan yang dimaksud, pasti langsung melting deh baca ini. Keren, Kak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayangnya tuan tersebut hanya bisa membaca tanpa merasakan, semuanya sia-sia :(

      Hapus
  3. Yg pasti tuannya smpe bkin klenger :D

    BalasHapus
  4. Aku setuju nggit.
    Cinta tak mengenal jarak. LDR itu hanya istilah yang dibuat-buat oleh orang-orang yang takut berkomitmen dan kurang rasa percaya sm orang yang dia cintai :p Harusnya kalo cinta sih 'jauh di mata dekat di hati dong.'
    Cinta tak mengenal masa lalu. We all have past. Mungkin masa lalu kita buruk.Jika mengetahui masa lalumu merubah perasaannya padamu saat ini, he's not worth it. Jangan lupa bahwa masa lalu adalah yang membentuk diri kita saat ini, diri orang yang kita cintai saat ini. So if you love a person, it has to be a complete package. You accept him for his past, you accept him the way he is at the present, and you're ready to love him also for whatever he will be in the future.
    Cinta tak butuh alasan. It's that simple. You don't need a reason to love. You just feel it, you just care THAT MUCH :)
    Satu lagi...
    Cinta adalah bahagia saat orang yang kau cintai bahagia, meskipun kebahagiannya tak melibatkan dirimu. (OMG plis ini nyesek)

    :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi... tidak harus menjadi sakit sebagai bukti bahwa mencintai. Sekian.

      Hapus
  5. Ini buat aku. Selamat sudah ada Matahari nya yg menyinari bintang. Anggit aku sayang kamu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Kuliner Populer di Pontianak

Kilas Balik Kehidupan SMA

#MimpiKawancut : Ketika Mimpi Jadi Kenyataan