Kilas Balik Kehidupan SMA
Sebuah kerinduan datang tiba-tiba, tanpa
terasa, tanpa diundang, semuanya berlangsung begitu saja.
Detik-detik
menuju 6.45 menjadi salah satu tontonan yang sangat dirindukan. Puluhan murid
tak jarang memohon dengan wajah memelasnya agar pak Jemingan mau memberikan
barangkali sedikit celah untuk dirinya. Selamatlah bagi mereka yang mendapatkan
hadiah berupa toleransi beberapa menit, tapi tidak bagi mereka yang harus duduk
menatap deretan besi hitam tinggi menunggu guru piket memberi tugas, seperti
berada didalam penjara terbuka. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, cocok bagi
mereka yang datang terlambat, disuruh bersihin sekolah, masuk di jam pelajaran kedua,
begitu masuk langsung pre test mate-mati-ka pula. Kalau sudah seperti ini tidak
ada yang bisa diandalkan selain diri sendiri dan keberuntungan, sahabat pun
perubah menjadi orang yang paling menjengkelkan. Sudah di suit suitin - ditendang
kursinya - masih saja berlagak bodoh. Sahabat macam apa itu? Fiuuh.
Tiada yang
menandingi kehangatan suasana belajar meski hujan deras dihari selasa mengguyur
tanpa ampun. Menciptakan permainan baru bagi kami – floor ski. Agaknya kami butuh hiburan, cukuplah soal-soal laknat
itu membantai kami tanpa ampun. Setiap kali musim hujan datang, kami terpaksa
harus merelakan sejam-dua jam waktu belajar kami terbuang hanya untuk
membuang genangan air didalam kelas. Terimakasih pak tukang yang sudah salah
mendesain kelas kami.
Ketika lantai yang
sudah mulai kering dan rasanya kami masih membutuhkan hiburan, nanti akan
muncul beberapa murid laki-laki yang kembali menyiram beberapa ember air yang
diambil dari pancuran mushola. Saat guru datang, ada saja alasan kami, “Bu,
tadi airnya banyak. Susah kering, ini lapnya udah basah semua.” Kemudian disusul
dengan berbagai alasan lainnya. Yang menyedihkan adalah ketika guru tersebut
malah mencari solusi lain, seperti belajar di multimedia room atau lab fisika,
oh my Godness it’s not good idea.
Belum lagi kalau
kami dihadapkan dengan jam terbang tinggi (guru berlomba memberikan tugas, berbagai
macam ulangan mengantre, terjebak dalam padatnya jadwal latihan ekskul -red)
mungkin saat itu kami sudah merubah menjadi amoeba yang dapat membelah diri. Kalau
sudah seperti itu obatnya mungkin hanya satu, melirik ke arah gebetan atau
pacar yang wajahnya memancarkan sejuta semangat penuh cinta. Alih-alih pacar
sendiri, pacar sahabat pun cukup. Kalau tak punya gebetan atau pacar, menikung
gebetan teman pun diperbolehkan asalkan rela melihat temannya sakit menahan
perih. Sudah tahu luka didalam dadaku masihkah kau siram dengan air garam,
lalalala…
Pernah merasakan
kehilangan? Saat satu persatu kerabat kami pergi selama-lamanya untuk menghadap
sang pencipta. Ternyata Tuhan lebih sayang, janjinya kepada Tuhan hanya sampai
detik itu. Rasanya kami kehilangan separuh jiwa, seseorang yang tingkah
konyolnya selalu kami nantikan, nyanyian asal tapi bikin ketagihan, dan
bicaranya yang nusuk sampai ke palung hati tembus ke punggung, menyisakan
ingatan yang benar-benar harus diingat. Dia pergi dengan meninggalkan cintanya,
semoga dia mendapatkan tempat terindah disisiNya.
Soal percintaan,
begitu banyak kenangan. Berawal dari teman satu kelompok yang intensitas
bertemunya semakin sering akhirnya pergi sekolah bareng, tukaran bekal, SMS
sayang-sayangan, inilah yang sudah memasuki tahap friendzone, kemudian
berlanjut ke – si cowok mencari waktu yang pas buat nembak si gebetannya – beruntung
jika cintanya di accept tanpa syarat. Tapi apa jadinya kalau ternyata si
gebetannya punya gebetan lain yang ternyata gebetannya ini sahabat dari gebetan
si gebetan yang mau ngajak jadian tadi. Bingung? Sama! Melihat fenomena proses
pendekatan antar teman, ada yang sebelumnya terkena adik kakak-zone, kedua orang
tuanya sudah berteman lama-zone, partner sparing-zone, dispensation-zone. Semuanya
hanya akan berujung di dua kemungkinan, jadian dan menjadi pasangan yang paling
bahagia atau tidak berani nembak dan akhirnya nyesek sendiri kemudian terjebak
dalam zone yang lain.
Konflik sosial
pun dimulai. Berawal dari hal-hal sepele seperti tidak suka dengan cara jalan
seseorang, saling tikung gebetan, sampai yang terjebak cinta sudut, cinta jajar
genjang, cinta prisma tegak berdiri, cinta lingkaran, sampai cinta layang-layang.
Tahu tentang cinta layang-layang? Cinta yang tak kunjung didapatkan,
menggantung diawang-awang. Sosial media pun menjadi lebih fungsional menjadi
tempat saling sindir, tempat curhat, tempat saling kode dan sebagainya. Tradisi
send all yang hampir dilupakan, isinya pun macam-macam, berkedok tulisan
dipaling bawah ‘send all’ padahal hanya dikirim ke satu orang. Sesungguhnya Tuhan
mengampuni orang-orang yang seperti itu.
Konflik yang
bohongan sampai yang konflik sebenar-benarnya konflik pun terjadi. Disini
terlihat dengan jelas perbedaan kawan dan lawan. Kawan bisa menjadi lawan
begitupun sebaliknya. Jangan kira orang yang pernah dilindungi nama baiknnya
akan membalas kebaikan kalian. Sungguh tidak semua kebaikan dibalas dengan
kebaikan, akan ada masanya ketika kebaikan dibalas dengan kesakit hatian. Jika
pernah mengalami seperti itu, selamat ya kakak.
Berlomba menjadi
yang terbaik diantara yang baik, itulah cita-cita kami. Dari cover mungkin kami
terlihat saling mendukung padahal kenyataanya jiwa kompetisi kami sangat
tinggi. Kami tidak segan-segan membuat teman sebangku berada di peringkat
paling bawah, meratapi hasil laporan belajarnya yang kurang memuaskan. Tapi
tiada yang lebih membahagiakan ketika
slogan ‘satu remedial semua
remidial’ diciptakan. Kemudian muncul slogan baru ‘masuk sama-sama, lulus pun sama-sama’, untuk mengejar target kami
pun berubah menjadi murid paling rajin se-Indonesia Raya. Membuka ulang catatan
lawas, menciptakan metode menghapal yang paling trendy, mengikuti kelas
tambahan, belajar kelompok dimalam hari dan baru pulang ketika ditelpon orang
tua, berlagak mau fotokopi bank soal padahal sampai lulus pun soalnya belum
disentuh. Ada yang begitu, ada.
Jam-jam
tidur-able pun tiba. Kami selalu gelisah, terus menerus melihat kearah jam dan
berharap suara bel pulang terdengar dengan segera. Menanti kegiatan
selanjutnya, kelas tambahan, latihan ekskul, atau pulang kerumah dan akhirnya
tidur pulas. Berharap memimpikan soal-soal yang akan keluar di ulangan harian
berikutnya.
Mengingat
kembali masa-masa SMA yang sudah menjadi sejarah bukanlah hal yang mudah. Terlalu
banyak sub-bab yang harus ingat, untuk kemudian diceritakan kembali. Bahasa
gaulnya story telling. Tentunya
kehidupan muda itu seperti pelangi, yang terlihat hanya merah, kuning, dan
hijau. Padahal masih ada jingga, biru, nila, ungu yang menjadi komponen
pelengkapnya dan hampir terlupakan. Tapi tidak ada alasan bagi kami untuk
saling melupakan, menyimpan dendam, dan memupuk kebencian. Sudah dipangkas
habis hal-hal negatif seperti itu, walaupun nantinya akan muncul kembali
anggaplah seperti sayur yang butuh bumbu, tapi kalau bumbunya kebanyakan juga
tidak enak.
Bapak ibu guru,
maafkan kami. Kami hanya bocah yang terjebak dalam kurikulum negaranya sendiri.
Maklum jika kami belum bisa seperti yang kalian inginkan, menyerahkan trophy
kebanggaan, tapi setidaknya kami tidak mempermalukan kalian.
“Semoga
kami bisa menjadi pelangi dikehidupan kalian”
prostitusi ? -,-
BalasHapusngahahhaha nyon :3
HapusGambar ap tuh? Balon?
BalasHapusbalon, balon ulang tahun kita :D
HapusWanita kayaknya yg paling banyak meng-konflik-an sesuatu ya.
BalasHapustergantung, lelaki pun tak mau kalah dengan konflik yang menurut mereka laki banget :)
Hapusgg tau mo koment apa, , , bingung , , ,
BalasHapusnicepost :D
Terimakasih sudah mampir :)
Hapusmakin banyak kenangan yang timbul berdesakan ketika akan dituliskan, dan saya pun mungkin begitu ketika harus menceritakan betapa rusuhnya masa SMA saya,,
BalasHapusKelak itu akan menjadi bahan yang akan kita ceritakan ke anak cucu nanti :)
HapusI think this is among the most important info for me. And i am glad reading your article.
BalasHapusBut want to remark on some general things, The web site style is perfect, the articles is
really great : D. Good job, cheers
Feel free to surf to my web site - travelpod.com ()
Oalah Nggit...aku tak tahu kalau jenis-jenis zone dalam dunia ababil itu banyak banget -_-"
BalasHapusIya, termasuk kamu yang terjebak di-gagal move on padahal diselingkuhin zone, gitu :p
HapusEh eh kalo aku di zone apa nih? :p
BalasHapusKamu di sudah dikalibrasikan tapi tetep gak bisa nyatu zone :D
Hapushiks... nostalgia ya... :D
BalasHapuskalau masalah kelas banjir nnti biar aku bantu hahaha :D
apa kabar git ?
maaf aku baru nongol haha
keren postingannya. kalau bisa ceritakan kejadian-kejadian lucu waktu kelas 2 atau 3 lah haha
yang pas buat kue atau pas ulangan fisika haha...
good job :D
Nicko thank you so much for coming here, i miss you so so so MUCH. Duh MUCH nya kurang MUCHHHHHH!!!
HapusAlhamdulillah baik, beberapa waktu lalu sempat balik ke Pontianak tapi maaf ya ga sempat mampir terlalu banyak urusan, hehehe :p
Terlalu banyak moment berharga yang harus diceritakan, cukup aku kenang aja aaaah :p
Oh ya, gantungan kunci darimu aku bawa ke Bandung. Semoga nanti bisa menyusul ya :)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus