Cinta 18 Hari
Untukmu, pacar dunia maya. Salam.... Sudah lama kita tidak bertegur sapa, ya? Maaf, bukannya aku melupakanmu, hanya saja waktu yang meminta padaku agar tidak selalu mengingat kamu. Melihat kejadian beberapa minggu yang lalu. Aku lupa bagaimana-kapan pertama kali kita berkenalan, sehingga pada akhirnya bisa menjadi lebih dekat. Lebih dari sekedar teman dekat. Usia memang bukan masalah, begitupun jarak, katamu. Ah, lagi-lagi aku terjebak dalam hubungan beda provinsi, atau lebih dikenal dengan sebutan; Long Distance Reladiselinkuhinpacar. Aku memberi kamu kebebasan dengan harapan kamu bisa lebih menghargaiku. Tapi, kamu sudah menyalah artikan itu. Seenaknya kamu mendua, meniga, bahkan mengempatkan perasaan ini. Yang aku mau nantinya bukanlah pembalasan atau penyesalan, tapi hanya kesadaranmu bahwa ini perasaan wanita bukan histeria yang akan bisa dilambungkan kemudian dijatuhkan. Meninggalkanmu, bukan berarti aku menghapus kenangan. Karena kenanga...