Yok, Belajar Mengelola Keuangan!
Ngomong-ngomong soal prestasi, apa yang kalian paham soal prestasi? Rangking di kelas? IPK tinggi? Menang olimpiade, atau bisa nerbitin buku? Iya. Bagi segelintir orang hal tersebut memang sebuah prestasi yang bisa dibanggakan berupa bentuk jadi dan nyata. Tapi ada prestasi yang tidak dalam bentuk jadi, maksudnya kita bisa mengelola sesuatu untuk membatasi diri kita. Yup, kita ambil contoh soal keuangan. Yang ringan aja, uang uang uang. Ada dua hal tentang uang yang kita tau, Pertama, uang bukanlah segalanya. Kedua, segalanya butuh uang. Nahloh, jadi kita tinggal milih, mau menjadi tuan atau budak uang? Terserah kalian aja sih.
Oke, sekarang saya mau ngajak kalian ngomong serius!!
Kepada para pembaca yang sedang melakukan perubahan disetiap detik kehidupan menuju yang lebih baik, selamat membaca :)
Uang Bukan untuk Dihabiskan, Melainkan Disisihkan!
Hai kalian yang masih dapat uag jajan dari orang tua! Yuk, sisihkan uang jajan itu, jika suatu saat kita pengen beli sesuatu nggak perlu minta lagi. Nah disini akan ada kebanggan sendiri bisa membeli barang impian dengan sisa uang jajan. Karena seberapapun nominal uang yang kita miliki selalu nggak pernah cukup. Sejak kecil seharusnya kita udah punya keahlian keuangan; menilai, mengatur, mendapatkan, melindungi, dan membaginya. Bahayanya remaja sering lapar mata, iya kan? Ngaku deh. Liat barang temen bagus dikit, langsung kepengen. Jalan-jalan ke plaza niatnya cuma cuci mata eh isi dompet manggil-manggil. Padahal kita belum mikirin benefit dari beli barang tersebut.
Jadi berhemat-hematlah! Buatlah skala prioritas dalam membeli kebutuhan, supaya nggak mubadzir. Hemat itu bisa diakali, masih banyak cara untuk mengakali uang saku supaya kita bisa lebih berhemat.
Mencari Tambahan, Kenapa Tidak?
Peluang bisnis dimana-mana, tergantung kitanya aja minat apa nggak :)
Berbisnis? Why not. Buat nambah uang jajan. Biasanya nih MLM yang marak di dunia remaja. Ada yang berhasil, ada juga yang gagal. Ya, namanya juga pahit manis dunia MLM. Atau yang lebih jelas untungnya, ya jualan. Jualan apa aja. Jual pulsa, jual baju, asal jangan jual diri. Waktu libur panjang bisa kita gunakan untuk magang di restaurant atau perusahan. Hasilnya memang tidak seberapa kalau kita sebut nominal tapi uang saku kita bertambah dari hasil keringat sendiri. Uang nambah, pengalaman nambah, teman juga nambah.
Sebenarnya banyak bakat kita yang bisa disalurkan untuk menghasilkan tambahan. Misalnya, menulis untuk media cetak, membuat artwork pesanan orang, dibidang mendesain, jadi photografer diacara-acara, atau melalui blog (membuat artikel yang menarik minat) bukanlah hal tabu dan mitos belaka. Coba deh eksplotasi bakat yang terbenam dalam diri kalian. Selamat mencoba!
Bersedekah Itu HARUS!
Kesempatan untuk menolong sesama jarang muncul, tapi ada banyak kesempatan kecil disekitar kita setiap hari - Sally Koch
Didalam hartaku ada hartamu. Inilah saatnya kita menyisihkan sedikit rezeki untuk mereka. InsyaAllah bisa mengurangi beban mereka, membersihkan harta kita, dan hati. Dengan demikian rasa empati kita juga diuji, silaturahmi bertambah, dan harta kita akan dilipat gandakan oleh Allah.
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, yang setiap bulir terjuntai berapa ratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui)" - Al Baqarah 261
Jadi, masih ragukah untuk bersedekah? Bersedekahlah sesuai kemampuan kita dan jangan memaksakan kehendak!
Yok, Buat Rekening Tabungan!
Sekarang banyak bank-bank atau CU (credit union) yang nawarin program atau jenis tabungan yang diperuntukan untuk remaja seusia kita. Kayak misalnya yang saya ikutin saat ini adalah program tabungan pendidikan. Jadi, kita bisa nabung dengan nominal berapapun dan kapanpun kemudian diambil saat kita membutuhkannya. Misalnya pas pergantian semester atau kelulusan. Tapi ada juga yang harus dihindari; pemakaian ATM. Dijamin kalian pasti lebih gampang tergiur karena kita sadar memiliki deposito tertentu dalam rekening. Karena menabung bukanlah berapa nominalnya melainkan bagaimana kita memikirkan masa depan, paling tidak untuk hari esok.
Nabung dengan cara tradisional a.k.a pakai celengan sih juga nggak masalah. Tapi ingat ya, uang receh dan uang kertas jangan ditabung di kaleng yang sama. Dalam menabung kita juga harus konsisten, kontrol diri, kelak dikemudian hari dua hal itulah yang menjadi kunci sukses kehidupan.
Mencatat Semua Pengeluaran dan Pemasukan (Cashflow)
Kenapa harus dicatat? Untuk menghindari pemakaian uang buat hal yang tidak penting. Kita harus pandai mengatur keuangan, merenungkan kebutuhan yang paling prioritas. Catat semua pemasukan dan pengeluaran sekecil apapun. Memang kedengarannya repot sih, tapi dari cashflow ini kita bisa mengukur tingkat kontrol diri terhadap masalah uang.
Contoh kecil, misalnya kita sedang ingin membeli gadget keluaran terbaru seharga sekian. Kalau uang kita sudah cukup, ya belilah sesuai kemampuan. Jadikan barang tersebut aset yang dapat diandalkan untuk mendapatkan uang kembali. Seandainya harga gadget tersebut Rp. 4.000.000, coba cari jalan keluar agar uang senilai itu bisa kembali dengan memanfaatkan gagdet baru tersebut.
Reduce, Reuse, Recycle - 3R yang Harus Dicoba
Reduce- Mengurangi pemakaian bahan disposable. Coba gunakan tas dari bahan kain, daripada makai tas yang dari plastik atau kertas, kan sayang. Kamu kan juga tau, plastik yang kita gunakan itu nggak akan bosa teruraikan oleh tanah meski bertahun-tahun.
Reuse- Menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa digunakan. Dengan sedikit kreativitas kaleng bekas biskuit bisa kita jadikan celengan, sisi lain dari selembar kertas yang belum digunakan bisa untuk mencoret-coret.
Recylce- Mendaur ulang. Seperti yang saya lakukan dirumah, memisahkan sampah organik dan anorganik, kemudian sampah organik dijadikan kompos setelah melalui beberapa tahapan (yang juga dikerjakan sendiri), lumayan untuk menghemat pengeluaran buat beli kompos. Sedangkan sampah kaleng, kardus atau plastik, biasanya saya kumpulkan, nah diakhir bulan mamang tukang rongsokan datang, dan dijual. Meskipun hasilnya tidak seberapa, tapi setidaknya itu cara saya menyelamatkan bumi yang semakin tua. Semoga menginspirasi!!
Menghargai Rezeki yang Kita Punya
Seberapun yang kita punya, syukurilah. Diluar sana masih banyak orang yang kekurangan, menderita demi sesuap nasi. Nah kita, tempat tinggal sudah disiapkan, makan dikasih, uang jajan juga udah dijatah, sakit bisa minum obat, fasilitas semuanya disiapkan orang tua, komputer, gadget terbaru, wifi, jalan-jalan keluar negeri, naik pesawat, tempat tidur empuk, kendaraan layak pakai, pakaian dari kain lembut, aaaaak!! Alhamdulillah banget banget!
Tentang makan, seringkali kita mengeluh.. "Uh, makananya nggak bikin selera!" atau "Kok makan ini lagi sih, bosen tauk!" Cobalah kita bersyukur, diluar sana masih banyak yang harus mengais-ngais tempat sampah didepan rumah makan, menunggu nasi basi yang dilemapar. Jangan hina makanan, makan juga harus habis jangan sampai dibuang. Tidak perlu berlebihan, karena masih ada yang kekurangan, semua sesuai porsinya saja.
Well, prestasi itu milik semua orang. Prestasi itu tidak diukur dengan trophy, melainkan dengan kemampuan diri. Melakukan perubahan yang lebih baik, itu juga prestasi terhebat dalam hidup kamu. Beberapa celotehan saya diatas tentang Belajar Mengelola Keuangan semoga bermanfaat dan menginspirasi kalian semua.

Yok. bersedekah tuh yang paling penting. Kan sebagai rasa syukur juga :)
BalasHapusIya, mencuci harta juga :)
HapusKalo menurut saya, uang itu bukan untuk disihkan kak, tapi diHABISkan dijalan yang benar, misal: untuk modal bisnis, atau juga investasi.
BalasHapusSetuju banget sama yang namanya sedekah. Sedekah itu perlu banget, karena saya sendiri sudah ngerasain efeknya. Wow.
Selalu berpegangan sama quote
" Give, take, and give more "
Nah yang ini, nulis pengeluaran dan pemasukan itu susah banget buat saya. Kaga ngertiiiii
Btw nice posting! Bermanfaat!
Cashflow bisa di buku kecil, kayak agenda gitu. Atau diselembar kertas yang kita tempel dinding kamar, nah setelah ada pemasukan/pengeluaran bisa kita tulis :D
HapusTerimaksih sudah berkunjung :)
mantep.. siap2 hura-hura pakek uang ortu..
BalasHapusHura-hura terus om, nabung! Katanya pengen keliling Indonesia :))
Hapusgue dulu rajin nyatet cuman sekarang males2an -_______-
BalasHapusAyo kak!! Jangan malas, nanti duitnya juga malas singgah ke kakak :)
Hapus