Kamu di Kota Hujan
Teruntuk mu, sosok lelaki tangguh yang selama ini menghilang...
Delapan tahun silam, aku mengunjungimu di kota hujan. Kamu masih sama seperti dulu, hanya saja saat itu kamu terlihat lebih besar. Iya, karena umurmu sudah tidak muda lagi. Kamu sudah 16 tahun waktu itu dan aku masih saja seorang anak ingusan yang mengikutimu dari belakang. Kamu masih dengan luwesnya mengelus rambutku, menertawai tingkah laku ku, dan membelikanku ayam goreng ditepi jalan. Terkadang kamu juga masih mendengarkan cerita-cerita lucu yang dapat membuatku tertawa.
Masa kecil kita memang indah. Lebih indah karena kita menjalaninya bersama. Setiap hari selalu bersama. Disaat aku lahir kedunia ini, aku rasa kamu juga sangat bahagia, iya kan? Itu terbukti dengan perhatian dan sayang yang kamu beritan tulus padaku. Kamu mengajariku segalanya, kamu yang mengajakku bermain ke taman komplek, dan kamu juga yang mengajariku bermain kelayang.
Apa kamu masih ingat a' disaat kamu mengajariku bermain sepeda? Dengena sabar kamu membimbingku, membantuku berdiri setelah aku jatuh, mengambilkan air minum disaat aku lelah, dan mengipasi tubuhku yang mulai berkeringat. Ketika aku sudah lancar, kamu malah memberikan kepadaku sepeda kesayanganmu itu.
Sepulang dari kota hujan, sungguh aku masih sering mengingatmu, mengingat masa masa lalu kita. Seandainya kamu masih bisa menemani aku seperti dulu a', aku pasti akan sangat bahagia. Tapi sayang, kamu harus melanjutkan cita-citamu. Kamu pernah mengatakan padaku akan membawaku terbang keluar angkasa dengan pesawat ajaib buatanmu itu. Hahaha konyol. Aku sadar, sewaktu kamu mangatakan itu kita masih anak-anak, belum ada pikiran.
Saat ini aku benar-benar hilang kabar darimu. Bahkan aku sudah lupa bagaimana rupa wajahmu. Mungkin saat ini jika kita bertemu kita sudah tidak saling kenal lagi.
Aa' kalau kamu kangen sama aku dan berniat mencariku, aku masih di kota khatulistiwa, dirumah lamaku yang pernah kamu kunjungi. Oh ya, jika kamu membaca tulisanku ini, aku harap kamu membalasnya dan ya, sepedamu itu masih ku simpan! Jika kau telah berhasil membuat pesawat luar angkasamu, datang lah. Aku menunggumu a'.
Burung sampaikan pesan cinta ini untuknya, angin terbangkan rasa sayang ku padanya...
Aa' kalau kamu kangen sama aku dan berniat mencariku, aku masih di kota khatulistiwa, dirumah lamaku yang pernah kamu kunjungi. Oh ya, jika kamu membaca tulisanku ini, aku harap kamu membalasnya dan ya, sepedamu itu masih ku simpan! Jika kau telah berhasil membuat pesawat luar angkasamu, datang lah. Aku menunggumu a'.
Burung sampaikan pesan cinta ini untuknya, angin terbangkan rasa sayang ku padanya...
Dari adik,
yang masih menyimpan sejuta kenangan kecil bersamamu.
Komentar
Posting Komentar