Postingan

Ambarrukmo dan Kami

Sepulang dari Prambanan , Yogyakarta. Kenapa postingan ini saya beri judul 'Ambarrukmo dan Kami?' Awalnya saya mau memberi judul 'Ambarrukmo dan Kita' tapi kedengarannya terlalu vulgar. Ini tentang sebuah catatan kecil saya bertemu dengan seorang yang lumayan memberi semangat dalam hidup. Saya ingin menepati janji bertemu dengan sesorang yang sudah sekian tahun nggak ketemu Basith Kuncoro Adji . Ceritanya si dia ini teman SMP saya di Pilot Internasional Standar of Junior High School of 3 , Pontianak (SMPN 3 Pontianak). Tapi kami beda kelas, ya walaupun begitu saling mengenal. Ingat pepatah yang mengatakan, Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Sayang Maka Tak Cinta!  Jam tangan menunjukan pukul 14:20 saatnya mencari tempat ketemuan yang udah di sepakati, Ambarrukmo Plaza. Saya nggak tahu persis letaknya dimana, bertanya pada yang mengantar ia juga nggak tahu. Mama sama papa udah langsung cus aja balik ke hotel. Jadilah saya memutar otak menggunakan GPS. Thanks GPS...

Jogja, Prambanan

Gambar
Yogyakarta, 6 Januari 2013 Hari ini hari minggu, ya kemungkinan pelajar lagi nggak ada kegiatan kan? Rencana saya hari ini mau keliling Jogja apalagi kalau dilihat cuaca sangat mendukung, nggak panas nggak hujan juga. Melangkahkan kaki ke kamar mandi, dan kemudian bersiap. Ceritanya pengen ke Prambanan gitu deh. Kalau mau ke Prambanan itu ikutin aja jalan mau ke Solo, ntar keliatan kok dari tepi jalan. Perjalanan menuju Prambanan ya lumayan jauh tapi lumayan terhibur juga sih, soalnya di ada banyak sekali pengamen, banci-banci yang genjereng-genjereng ditepi jalan. Suara mereka bagus-bagus, penampilannya dahsyat, rayuannya mauuut!! Sesampai di Prambanan saya langsung menikmati candi-candi yang ada, membaca sedikit kisahnya, dan mengambil beberapa gambar. Sama Mama, aduh jangan bedain gitu deh.  Emang mama lebih putih dan lebih cantik daripada saya Udah terlihat seperti anak candi? Yang ini di ambil pas lagi di kereta, masih hancur.  Katanya sih la...

Hari ke 2 - Ancol

Gambar
Ini tour saya buat yang kesekian kalinya, tapi berhubung ini lagi musim natal kita mulai dari sekitar Ibukota dulu nyak!  Dimulai pagi-pagi banget, saya ditemani sama anaknya temen mama yang kebetulan berdomisili di Jakarta pergi menuju Ancol. Saya senang sekali, pasalnya ini pertama kali ke Ancol, mwehehehe :D Katanya sih hari ini mau muterin Jakarta tapi saya nggak yakin, lo tau sendiri kan Jakarta macetnya kayak gimana? Saya nginap di daerah kampung rambutan, dari sini butuh waktu (kira-kira) setengah jam untuk sampai ke Ancol, tapi cuma butuh waktu sepuluh menit buat sampai Taman Mini lewat pintu 3. Sesampai di Ancol, weeeh gini ya rupanya Jakarta. Sesak. Udah kayak lautan manusia, ckckc.  Saya rasa semua rakyat Jakarta saat ini sedang berada disini. Kita muter-muter sampai lima belas menit buat cari tempat parkir, dan akhirnya kita parkir ditengah jalan aja. Suer, kagak ada tempat kosong men. Trus berhubung wahana yang terdekat adalah Sea World jadilah kami masuk si...

Setelah Satu Tahun

Gambar
Well, gue hanya seorang anak SMA normal. Gue punya banyak teman buat ngebanyol bareng, timpuk-timpukan bareng, ketawa bareng, dan masih banyak kegiatan yang gue lakuin bareng mereka. Sebut saja "X-A Deverdad" . Ini kelas gue, ini teman gue nangis, ketawa, jungkir balik, dan bla bla bla. Jadi "X-A Deverdad" ini letaknya ada di SMAN 7 Pontianak , Kalimantan Barat. Yaa sekolah gue lumayan 'punya nama' lah di kota ini. Kebanyakan isinya para atlet dan seniman, wajar aja sih piala sampai dibuang buang *ini serius*. Dikelas gue punya teman namanya (Ari Setyo Budi) Michary DangerousEra Moonwalker , dia udah almarhum. Dia meninggal setelah sehari dirawat di ruang ICU, RSSA Pontianak, karena tabrakan. Gue ngerasa kehilangan banget, banget, bangeeeet. Gue karibnya dia, yang suka ngetawain dia pas nanyi didepan kelas, suka ninju perutnya, suka ketawa dengar lawakannya, dan suka suka suka gue aja mau ngapain dia. Dia juga sering buat gue terkesima dengan karya-kar...

Kamu di Kota Hujan

Teruntuk mu, sosok lelaki tangguh yang selama ini menghilang... Delapan tahun silam, aku mengunjungimu di kota hujan. Kamu masih sama seperti dulu, hanya saja saat itu kamu terlihat lebih besar. Iya, karena umurmu sudah tidak muda lagi. Kamu sudah 16 tahun waktu itu dan aku masih saja seorang anak ingusan yang mengikutimu dari belakang. Kamu masih dengan luwesnya mengelus rambutku, menertawai tingkah laku ku, dan membelikanku ayam goreng ditepi jalan. Terkadang kamu juga masih mendengarkan cerita-cerita lucu yang dapat membuatku tertawa. Masa kecil kita memang indah. Lebih indah karena kita menjalaninya bersama. Setiap hari selalu bersama. Disaat aku lahir kedunia ini, aku rasa kamu juga sangat bahagia, iya kan? Itu terbukti dengan perhatian dan sayang yang kamu beritan tulus padaku. Kamu mengajariku segalanya, kamu yang mengajakku bermain ke taman komplek, dan kamu juga yang mengajariku bermain kelayang. Apa kamu masih ingat a' disaat kamu mengajariku bermain sepeda?...

Senam Gangnam

Gambar
Sekilas Gangnam Style itu seperti gerakan senam ya? Ya, setidaknya itu pendapat gue.. Lagi lagi Indonesia terkena dampak dari Gangnam Style, dan secepat sambaran petir terbentuklah komunitas komunitas Gangnam. Begitu juga disekolah gue, Gangnam fever. Jadi ceritanya setiap sabtu kita senam tuh, ya isinya kalau gak Gangnam ya Shuffel gitu, kadang juga aerobic, poco-poco, atau skj. Baru-baru ini sekolah gue ada kegiatan, lupa sih kegiatan apa Ulang tahun, Pankreas, atau Smunju Got Talent aaah gue lupa. Yang jelas ada lomba Senam Gangnam. Jadi gue dan teman-teman antusia banget buat ngikutin ini lomba, lumayan loh kalau menang. Berhubung video Senam Gangnam nya hilang, jadi gue cuma bisa post beberapa foto, silahkan dilihat ya..  Ingat ya ini Senam Gangnam bukan Senam Topeng, hati-hati ketipu :p Sesaat setelah perform ada juga sedikit jepretan dikelas... Well, sekian aja ya posting gue. Ya gue tau ini jelek banget, foto-fotonya juga jelek. Ma...

Surat Cinta Untuk Sahabat

Kita, July 2011 Awal aku melangkahkan kaki ke gedung itu adalah awal mengenalmu. Mulanya sungguh aku tak tertarik pada raga seorang lelaki yang memiliki nama hanya dengan tiga huruf itu. Dia sungguh biasa. Masa-masa perkenalan kita lewati bersama, keseharian kita sama, dan kita selalu bersama. Wajah oriental mu semakin lekat dalam ingatan ku. Petikan gitar mu semakin akrab di telingaku. Nanyian kecilmu semakin sering kau perdengarkan di hadapanku. Aroma tubuhmu sudah sangat melekat di indra penciumku.  Ketika seorang guru mengatakan, kamu adalah sosok yang memiliki karakter tampan dan boleh dipertemankan. Aku semakin yakin, kamu adalah yang ku cari. Seiring berjalannya waktu kita mulai sering bertukar cerita. Kamu sering mendengarkan ceritaku dengan sangat antusias tentang seorang lelaki yang ku kagumi. Begitupun aku, aku mendengarkan ceritamu tentang tipe-tipe wanita yang kau suka. Huh, dasar lelaki. Ketika ada mata-mata yang mengikuti kebersamaan kita, disitu juga muncu...