Postingan

Diam-Diam Suka

Cuaca siang ini sudah diluar akal manusia, panas sekali. Mungkin kalau akau meletakkan telur dijalan aspal, telur itu akan masak. Bisa jadi. Aku benci kenapa ibu bertekad menyekolahkanku di tanah Khatulistiwa, sudah ku bilang disini panas sekali, aku benci keputusan ibu. Sudah tahu zaman semakin tua, kerusakan ozon dimana-mana, es dikutub mulai mencair disebabkan panas bumi, sekarang aku seperti menyerahkan diri kelubang api. “Heh, gadis aneh ngapain kau duduk disitu?” teriak seorang laki-laki ke arahku. “Bukan urusanmu!” jawabku seperlunya. “Sudahlah, Ris. Jangan isengin orang terus.” “Udah tau panas, bukannya berteduh malah manggang diri dibawah matahari. Dia pikir ini Eropa kali ya, bisa berjemur…” Keduanya lalu tertawa lepas. Aku kesal dengan dua orang murid laki-laki yang baru saja menertawakanku. Siapa sih mereka? Tapi memang benar sih, ngapain juga aku duduk dikursi taman yang tidak ada pohon pelindungnya. Aku bergegas menuju kelas, sebentar lagi bel masuk aka...

Pekerjaan Baru

Hehehe.. anu kak anu. Maaf menelantarkan ye *cium tangan eyang* soalnye sekarang saya lagi sibuk tingkat kecamatan, walaupun belum sesibuk presiden kite tercinte, tapi ye sibuklah pokoknye. Saya lagi sibuk nyelesaikan kerjaan yang datangnye berbarengan dan deadlinenye mepet semua, tega yak? Sebetulnya kerjaan ini musiman sih, ya bisa dibilang karbitan juga gitu. Datangnya pasti pertengahan dan akhir tahun, menjelan ujian, ulangan umum, dan liburan semester.  Emangnya sekarang sibuk apasih? Yuk, kita simak cerita yang saya sempat-sempatin nulisnya. _______________  Pekerjaan 1 Saya aktif lagi di organisasi dan komunitas. Berawal dari pertengahan bulan lalu seorang teman sms ke saya, menawarkan mau nggak jadi pengurus organisasi. Ya, karena memang lagi nggak ada kerjaan tentu saja saya mau. Hitung-hitung nambah teman, wawasan, dan pengalaman. Nah, akhirnya setelah mencocokan jadwal kami pun berkumpul di markas (sebuah gedung bertingkat, dengan fasilitas kayak dikant...

Bringasnya Kehidupan Luar Negeri

Gambar
Sudah lama tak jumpa, membuat rindu kiat menjerat. Dalam. Dan sakit. Waktu dan jarak. Masih menjadi kendala. Laksana langit dan bumi yang hanya bisa saling tatap tanpa menyentuh. Tak pernah bersatu dalam waktu, dipisahkan dalam jarak ribuan bahkan milyaran mil #tsaaah. Sudah sembilan tahun kami terpisah dalam jarak yang tak wajar. Konsekuensinya adalah komunikasi yang putus nyambung seperti lagunya BBB. Pernah beberapa kali kami berbincang hangat melalui telepon, tapi hasrat ingin jumpat tetap tidak bisa di tahan, hingga akhirnya kami benar-benar hilang komunikasi. Saya tidak tahu gimana caranya nelpon keluar negeri (iya, memang norak!), mau sms tapi nanti malah nyangkut di providernya. Lewat akun sosial internet, masih belum nemu akun mereka walaupun udah dicari ribuan kali. Saya rindu sepupu saya yang tjakep tjakep. Setelah ribuan hari dilanda kemiskinan silaturahmi, komunikasi tak juga terjalin. Akhirnya suatu hari ada sebuah notif di facebook, minta accept pertemanan gitu....

Hujan Pudarkan Bayangmu

Entah kenapa lagi-lagi aku memikirkanmu. Entah kenapa pula lagi-lagi kau hadir disela-sela mimpi indah tadi malam. Entah kenapa kamu masih terus mengirimkan pesan singkat untukku. Ah, sudah terlalu banyak kata entah yang aku tuliskan. Sebab, aku masih harus menyatu dalam kepura-puraan yang nyata. Mungkin sudah lama kita tidak jumpa, Ji. Sedikit kata rindu memang yang sering terbesit dalam pikiran. Bayang-bayangmu masih terus ada di pelupuk mata. Rangkaian kata indah yang maish terus kau lantunkan. Seolah tak pernah henti untuk selalu menciptakaan siksaan batin. Aku ingat terakhir kali kita ketemu, sebuah pulau nan mahsyur milik Indonesia, awal tahun lalu. Sepi pengunjung. Batuan granit tertata indah disana. Lambaian pohon ditepi laut, untuk kita. Entah apa yang membawa kita kesana.. Mengapa kita berjumpa disana.. Menjadikan bebatuan saksi bisu atas pertemuan singkat kita. Ingatkan, Ji? Bicara kenangan, aku ingat saat pertama kita bertatap. Mungkin kita tidak saling kenal, mak...

Batin pun Merindu

Batin membuncah kian tak menentu Batin menjerit, menderit, mengernyit, penuh derita Merasa nelangsa ketika sepi, seolah bumi mati Deritanya sakit, tuan. Namun, masih terbesit cinta.  Jeritannya memilukan, tuan. Namun, masih merdu mengatakan cinta. Erangannya menjijikan, tuan. Namun, ada belaian liar untukmu sang pemilik cinta. Ini benar, bukan bualan. Ada rasa rindu di batin, Rindunya ada, rindunya nyata. Sakit memang rasanya, tak mampu lagi hamba mengerang  Pilu memang rasanya, tak mampu lagi hamba menahan Gelisah memang rasanya, pada saat hamba diserang Tapi ini anugrah yang indah,  Anugrah dalam bentuk penyakit bagi hamba yang sedang dilanda rindu saat bercinta.

Kamu di Balik Sebab

Aku adalah aku, Sebab aku bukan kamu. Aku menjadi aku,  Sebab kamu tak menjadi aku. Aku berjumpa kamu, Sebab matamu kini terbuka. Aku bicara kamu, Sebab kamu mengerti frasa. Aku merindu kamu,  Sebab kamu membuat sendu. Aku menunggu kamu,  Sebab kamu hilang tak menentu. Aku berharap kamu,  Sebab cinta sudah diucap. Aku berpikir kamu, Sebab kamu telah hadir. Aku terus berkata, entah pada siapa. Karena jika Tuhan mendengar, Ia pasti tahu kepada siapa. Dengerin soundcloudnya disini :)

Writing Essay?

Gambar
Esai adalah aplikasi yang biasanya disertakan dalam pendaftaran ke universitas yang berada di luar negeri, ini merupakan wadah dimana kita bisa berbicara dalam bentuk tulisan formal kepada para pembaca aplikasimu (orang yang menyeleksi kelayakan). Beberapa universitas di US, Aussie, memandang esai sebagai suatu komponen terpenting, karena disitulah mereka bisa melihat bagaimana cara kamu berpikir. Proofreader adalah orang orang yang akan membantu kamu dalam membenarkan esai. Mereka akan membaca lalu memberikan kritik dan saran. Orang - orang seperti inilah yang kita cari, yang mau membagi ilmunya. Carilah proofreader yang mengerti kamu, tentang aplikasi yang akan kamu ajukan dan tentu saja berpengalaman. Biasanya carilah guru bahasa Inggris, senior yang ada di universitas yang kamu tuju, senior yang ada di US / english-speaking countries, ahli di ‘bidang’mu (if applicable). Mereka yang seperti ini sangat membantu, apalagi mereka bisa memberikan feedback untuk esaimu. Apakah esaim...