Neuschwanstein Castle; Negeri Dongeng di Dunia Nyata

http://indietravel.net/wp-content/uploads/2013/10/Neuschwanstein-Castle-Germany.jpg
courtesy of Google
Perjalanan dimulai dari kota Munich menuju Fussen dengan menggunakan Bayern Ticket seharga mulai dari (ab) 23 Euro per orang (hin und zuruck), membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Mungkin ini akan sangat membosankan. Tapi ternyata hal itu terbantahkan. Di kiri-kanan rel terbentang rerumputan hijau nan luas, sejuk dipandang, tak sedikit pula rumah-rumah warga terlihat. Sesampai di Fussen dilanjutkan dengan bus no 78 menuju Hohenschwagau, sekitar 15 menit. Dari titik akhir pemberhentian bus kita masih harus melanjutkan perjalanan menuju kastil. Ada 3 pilihan, menggunakan bus, naik kereta kuda, atau jalan kaki.

choose your best route
Pagi itu cuaca mendung, setelah membeli ticket Neuschwanstein Castle seharga 11 Euro saya meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Hembusan angin dan senyuman dari turis lainnya membuat saya semakin bersemangat padahal napas sudah mulai ngos-ngosan karena jalanan yang menanjak. Tanpa disadari benteng kokoh raksasa sudah berada didepan mata. Itu artinya sesaat lagi kaki ini akan menginjak kastil yang menjadi inspirasi Walt Disney untuk membangun Magic Kingdom. Sayang sekali, waktu itu saya tidak bisa ke Marienbrucke karena jembatan tersebut sengan direnovasi. Padahal, ini adalah tempat terbaik untuk mengambil panorama indah kastil yang didirikan oleh Ludwig II. Diam-diam saya kagum dengan raja Bavaria ini, selera seninya tinggi. Ia yang mendesain dan memantau sendiri pembangunan istana impiannya. 

now, I'm here!
Peletakkan batu pertama pembangunannya terjadi pada tanggal 5 September 1869. Ludwig II hanya sempat tinggal disini untuk beberapa tahun saja, lalu ia ditemukan mati tenggelam didanau Starnberg pada tahun 1886, hingga saat ini hal tersebut masih misterius karena menurut hasil otopsi tidak ditemukan air didalam paru-paru raja kesayangan masyarakat Bavaria itu, kata tour guide.

Banyak sekali ruangan yang belum selesai, namun keindahan telah terpancar dari beberapa ruangan yang sudah jadi. Salah satunya kamar tidur sang raja, diruangan ini terdapat sebuah tempat tidur berukuran sedang dengan empat tiang kayu disetiap sudutnya, dibagian atasnya terdapat ukiran Kathedral Bavaria yang sangat menakjubkan. Diruangan tersebut terdapat pula sebuah sofa dengan desain serupa tempat raja membaca buku, pintu rahasia menuju toilet, dan pintu menuju dapur. Dinding-dinding istana dipenuhi dengan lukisan yang diambil dari opera yang ditulis oleh Wagner, seorang komposer idola sang raja. Masih banyak ruangan lainnya yang lebih keren, the singer hall, sebuah ruangan dimana raja bisa menikmati segala pertunjukan, the throne room, the groto, dan dapur istana. Didapur istana, kita bisa menemukan peralatan memasak pada masa itu, dan ukurannya yang bombastis, seperti untuk memasak ratusan manusia.

Meskipun istana ini dibangun sebelum neneknya nenek saya lahir, namun teknologi yang digunakan sudah cukup canggih, misalnya flushing otomatis di toilet, hot air central heating, lift, bel listrik untuk memanggil para pelayan, dsb. Menuju pintu keluar ada sebuah toko souvenir khas kerajaan. Pemandangan keluar istana pun tidak kalah mencengangkan, memberikan aura positif kepada penghuninya.
view dari istana
Mulanya istana ini tidak dibuka untuk umum, tapi beberapa minggu setelah Ludwig II meninggal, istana ini terbuka untuk pengunjung dengan maksud membayar hutang pembangunan istana dan menjadi sumber pendapatan bagi keluarga kerajaan Bavaria. Neuschwanstein selamat dari kehancuran Perang Dunia ke II karena letaknya yang sangat jauh, siapa sih yang mau bersusah payah menjangkaunya, apalagi (mungkin) dulu jalanan belum semulus sekarang. 

Sore hari, salju mulai turun. Dingin sudah tidak lagi terasa, keindahan Neuschwanstein seolah membius alam sadar saya. Sebuah istana yang selama ini hanya saya lihat dibuku dongeng anak-anak ternyata memang benar ada. 

Hari sudah mulai gelap, saya buru-buru menuju halte bus. Rezeki anak solehah, tidak perlu menunggu lama bus pun datang. Beberapa menit kemudian bus sudah penuh, gambarannya seperti bus Trans Jakarta ketika jam pulang kantor. Memang, kastil ini adalah salah satu destinasi paling populer di Eropa. Nah, untuk menghemat waktu ketika mengantre saat membeli tiket, ada baiknya memesan secara online di Hohenschwagau. Oiya, sekedar info: bawalah student card kalian jika sedang bepergian, diskonnya lumayan.

How can I move on, when I'm still in love with you?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Kuliner Populer di Pontianak

Kilas Balik Kehidupan SMA

#MimpiKawancut : Ketika Mimpi Jadi Kenyataan