Aku dan Perasaanku

Salam dari Kota Khatulistiwa untukmu di Yk.

Ibarat kata sang penulis sajak, rinduku bukanlah hal benar. 
Sayangku bukanlah hal yang nyata.
Cintaku hanyalah cinta karbitan, yang ada jika kamu ada dan hilang jika kamu menghilang.
Yang nyata dan yang benar hanyalah rasa kagum ku. Tak lebih dari itu, dan tidak akan pernah lebih! 
Dari jauh aku mengawasi mu, melihat mu dengan kedua bola mata ku. Tak boleh ada siapapun disisi mu. 
Aku tahu bahwa ini terlalu berlebihan tapi inilah wujud dari rasa kagum ku.

Tulisan ini sebagai bentuk rasa syukur ku pada Tuhan yang menciptakan makhlukanya seindah dirimu, sehebat dirimu, setegar dirimu, dan sekokoh kekuatan mu dalam menompang diri. Tuhan juga telah mengizinkan aku untuk bertemu dengan dirimu, berkenalan, dan akhirnya kita sejauh ini. 

Jika melihat kebelakang apalah artinya upacara bendera senin itu saat kita SMP yang telah menunjukan aku sosok pemimpin upacara saat itu yang akhirnya mengajak ku untuk berkenalan. Namun, karena langkah selalu kedepan dan selalu pasti, lihatlah ke masa depan. Masa depan aku dan kamu, atau mungkin akan menjadi kita. Jika pun tidak rasa kagum ku tidak akan pernah berhenti meski kamu bersama yang lain.

"Jangan katakan pada yang lain jika kau tidak ingin ada yang tahu. Biarlah Tuhan dan kita saja yang tahu. Niscaya akan berkhir dengan indah karena hidup selalu penuh dengan kejutan, maka berdo'alah"

Sekecil apapun frekuensi suaramu akan tetap terdengar oleh orang lain. Maka diamlah, pendamlah. Jika ingin bercerita, ceritakan saja pada Tuhan, karena dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Berbisiklah pada Tuhan, jangan berteriak jika tak mau ada yang mendengar. 

Aku yakin kita bisa dengan perasaan yang berbeda. 
Aku dengan rasa kagumku, dan kamu, entahlah...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Kuliner Populer di Pontianak

Kilas Balik Kehidupan SMA

#MimpiKawancut : Ketika Mimpi Jadi Kenyataan