(Bukan) Mantan Kekasihku
Teruntuk kamu, lelaki yang pernah berkenalan dengan ku melalui mimpi.
Ketika aku membuka mata ini tadi pagi, aku masih merasakan hangatnya sang mentari pagi, dinginnya udara luar yang bercampur embun, dan aku masih bisa mendengar kicauan burung serta suara kokok ayam. Mata ini masih bisa melihat sejoli yang berjalan bergandengan tangan diujung jalan sana, apakah kebahagiaan hanya milik mereka berdua?
Ketika aku membuka mata ini tadi pagi, aku masih merasakan hangatnya sang mentari pagi, dinginnya udara luar yang bercampur embun, dan aku masih bisa mendengar kicauan burung serta suara kokok ayam. Mata ini masih bisa melihat sejoli yang berjalan bergandengan tangan diujung jalan sana, apakah kebahagiaan hanya milik mereka berdua?
Aku juga ingin merasakan kebahagiaan itu....
Namun, separuh kebahagiaan dari dalam hati ini sudah kamu bawa pergi untuk mencari kebahagiaan yang lain. Sebenarnya kehilangan kamu itu nggak berarti apa apa buat aku, hanya saja kamu pergi dengan membawa kebahagiaan milikku. Kembalikan kebahagiaan itu kepadaku, maka carilah yang lain. Jangan kamu biarkan diri ini untuk selalu mengingatmu, karna kamu bukan seorang pahlawan yang ikut memperjuangkan bangsa ini maka jasamu harus selalu diingat. Kamu hanyalah sebagian dari masa laluku..
Bukan, kamu bukan mantan kekasihku, bukan pula mantan pemilikk hatiku.
Kamu hanyalah sosok yang tak jelas rupanya, tak jelas kabarnya, dan tak jelas asal usulnya. Pertemuan singkat itu yang mempertemukan aku padamu. Salahnya, aku begitu cepat menyukaimu. Tanpa pernah bertemu sebelumnya aku terlalu berani memainkan fantasiku tentang dirimu.
Tanpa pernah tahu, rupanya sosok yang aku temui kemarin sore itu, kamu rupanya. Bersama seorang wanita yang tampaknya jauh lebih tua darimu. Mungkin dia kebahagiaanmu. Mungkin juga dia yang membawamu hilang dariku. Selamat bersenang-senang lelaki yang timbul tenggelam diperadaban. Semoga kamu masih tetap hidup bahagia dan dapat menemukan kesempurnaan cinta.
Komentar
Posting Komentar