Milikmu, Milikku Juga
Ketika kau merasa jauh, aku selalu didekatmu.
Ketika kau terjatuh, aku siap membantumu berdiri lagi.
Ketika kau merasa sendiri, percayalah aku bersama mu.
Dan ketika kau terpuruk dalam kebinasaan cinta, aku siap menjadi sandaran tempat kau berkeluh kesah. Aku selalu ada disetiap waktu mu dalam suka maupun duka. Aku selalu ada dalam setiap jeritan tawa dan tangis mu. Aku selalu ada dalam setiap detik perjalanan kita. Aku dan kau yang sudah melebur dalam satu jiwa bersama kehangatan dan kepercayaan itu.
Aku percaya pada hakikatnya sebuah kepercayaan. Sebuah kata yang tercipta dari tujuh deretan huruf itu memiliki makna yang sungguh luar biasa. Setiap orang tentu saja memaknainya berbeda. Tapi aku rasa kita memaknai kepercayaan itu dengan pengertian yang sama.
Saat aku terpuruk dalam kegelisahan, kau datang dengan sendirinya tanpa ku panggil. Kau yang menghapus air mata ini. Membuatku tertawa dan bangkit kembali. Aku percaya kau mampu untuk menyadarkan ku bahwa kesedihan ini kecil, akan datang kebahagiaan lain seiring berjalannya waktu. Kini saatnya aku yang berbuat demikian padamu. Dalam kondisi terjatuh dalam buaian kemaksiatan cinta, aku akan ada untukmu. Siap mendengar atas apapun yang akan kau katakan dan melihat atas apa yang akan kau perlihatkan.
Sebuah memori indah ketika kita pertama kali dipertemukan dalam sebuah organisai kemanusiaan. Aku melihat semangat yang kita miliki sama, kita terlalu berani untuk mengekplor diri kita didepan publik. Tapi melihat api dalam dirimu, akupun ikut terbakar. Wajar dalam waktu sebulan kita sudah dipercayakan untuk mengikuti lomba tingkat nasional, dan yang lebih membanggakan adalah ketika kita berhasil membawa pulang piala bangsa, yang telah di idam-idamkan oleh semua orang. Rona bangga itu membuat kita semakin waktu semakin menjadi satu. Hingga saatnya datanglah seorang yang berusaha mengancurkan persahabatan kita dengan membawa berita murahan yang entah dia dapatkan dari mana. Untunglah kepercayaan itu melekat erat pada hati kita. Kita tak goyah hanya karena berita itu.
Aku perlu mengucapkan terimakasih padamu yang telah membuatku berani bangkit. Wanita sepertimu lah yang selalu aku rindukan, terutama tentang dongeng yang sering kau ceritakan. Persahabatan kita mungkin belum lama, tapi aku harap dengan habisnya masa sma ini bukan berarti persahabatan kita juga habis masanya. Persahabatan kita bukanlah tipe persahabatan pada masanya, melainkan tipe persahabatan sepanjang masa. Bahagia yang kau punya, juga merupakan sumber kebahagiaanku. Melihatmu tertawa, diam-diam aku juga tertawa. Tapi ketika kau membawa kesedihan itu, artinya kau juga membuatku sedih. Karna, punya kita akan selalu sama.
Ingatlah, kebahagiaan dan kesedihan itu datangnya bersamaan. Tuhan mengirimkan keduanya bersamaan sebagai pengimbang diri kita :)
Komentar
Posting Komentar