Ini Sebenarnya yang Ingin Aku Katakan

Halo, Apa kabar?  Masih ingatkah pada diriku?
Sudahlah, aku tak perlu jawabanmu. Aku tahu kamu bahagia sekarang bersamanya.

Sebenarnya sudah lama aku ingin menyampaikan hal ini padamu, menyampaikannya secara langsung bukan melalui tulisan. Tapi aku tak memiliki keberanian, aku hanya berani menyampaikan ini melalui tulisan yang mungkin kamu tidak akan pernah membacanya.

Jauh sebelum kamu mengenal dia, aku sudah memiliki rasa ini padamu. Semenjak kita sering menghabiskan kebersamaan itu, menikmati rintik hujan dikala senja, menyatu dalam tawa melihat matamu yang tinggal garis, keseriusan ketika beradu pada butir butir soal yang kejam, berlomba menghabiskan makanan dalam piring kita, menepuk nepuk pundak ketika ada hal yang kita anggap lucu.

Seringkali aku merasa nyaman ketika bersamamu, apa kamu juga merasa seperti itu? Mungkin tidak. Pernah dengan sengaja aku mengirim pesan singkat untukmu, karena aku rindu. Aku betah berlama-lama dalam hal apapun jika itu melibatkan kamu. Bahkan sampai kau pergi menyebrangi benua pun aku masih sering berlama-lama menahan panasnya laptop ku hanya untuk menunggu namamu muncul di daftar teman chat facebook ku. 

Dalam canda yang hadir diantara kita mulailah terjalin keakraban itu. Keakraban pembawa cinta. Dalam setiap sapaan, aku selalu menyelipkan perhatian-perhatian kecil itu. Sekedar bertanya apa kabar kamu hari ini? Sudah makan kah? Ada cerita apa? Lalu aku mendengarkan cerita panjangmu, yang tak jarang berujung pada kisah cinta atris favoritemu. Dengan cara inilah aku menjaga keharmonisan itu, berharap kau tak hanya mengaggapku sebagai teman cerita, melainkan lebih dari itu.

Yang ingin aku katakan sebenarnya bahwa aku mencintaimu lebih dari sekedar sahabat. Berawal dari rasa kagumku atas pemikiran pemikiran cerdasmu, atas segala asumsimu terhadap berbagai macam hal. Sudah aku coba untuk menepis jauh jauh rasa ini, tapi aku tak bisa. Aku sudah terlalu jatuh cinta padamu. Jatuh cinta pada setiap patah kata yang kau tulis di blog pribadimu. Cinta ku dalam secangkir kopi hangat yang sengaja aku buat untuk menghangatkan tubuhmu. Melalui kopi itu aku harap dingin yang menyerangmu bisa melebur dalam kehangatan. Sebab, aku tahu, aku tak bisa memelukmu.

Jadi beginilah perasaanku selama ini. Sudahkah kamu mengerti?  Jika kamu ingin tahu yang sebenarnya, bisa kamu tanyakan langsung padaku. Kamu masih tahu kan cara bagaimana menghubungiku?
Salam, aku yang tidak pernah berani mengatakan yang sesungguhnya. Semoga kamu berbahagia dengan cinta maya mu itu :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Kuliner Populer di Pontianak

Kilas Balik Kehidupan SMA

#MimpiKawancut : Ketika Mimpi Jadi Kenyataan