Panggilan dari Hati tentang Hati

Kebahagiaan itu sederhana, ketika seorang sahabat dari Yk menghubungimu, tentu saja dengan sebuah alasan.

Tontonan kompetisi pencarian bakat menyanyi itu masih menemaniku. Suara salah satu finalisnya begitu hangat di telinga, membuat mata semakin mengantuk. Iya, ini memang sudah larut malam tapi aku masih belum bisa untuk bertemu denganmu dalam mimpi panjang tak berkesudahan. Dering handphone ku begitu nyaring, membuatku sedikit terkejut. Sebuah nama yang tak asing lagi tertulis dilayar. Sedikit keterkejutan itu mungkin juga dirasakan oleh seorang di ujung telpon sana. Suara itu makin khas, makin merasuki hingga sudut pikiranku.

Jiwa ini laksana kasih tanpa kekasih, diam seorang diri dalam sekam yang terbakar panasnya cemburu dibalik dua sejoli yang sedang beradu cinta diatas kepedihan batin yang mendalam. Lama sudah aku menyimpannya, menata rapi perasaan aku begitu bertemu denganmu. Lagi, aku mendengar suara khas mu itu. Mencoba membawanya dalam dunia nyata, ya malam ini entah ada angin apa yang membuatmu memencet nomor telponku. 

Sebuah berita penting rupanya yang kau sampaikan. Berita itu tentang bagaiamana hati yang selama ini sendiri kini rupanya telah ramai dikunjungi. Aku diam miskin bahasa, bergelanyut dalam pikiran pikiran indah si pengukir aksara. Tiga kata yang bergabung menjadi sebuah frasa dengan makna terindah yang pernah ku dengar. Sungguh ini yang terindah. "Mereka tidak pacaran!" Aku bingung harus bagaimana, yang kurasa tentu saja bahagia yang teramat mendalam.

Raga menyatu dalam jiwa, mendengarkan penjelasan tentang hati yang selama ini aku rasa sepi, padahal tidak. Senyum sumringahku menyiapkan segalanya untuk akhir bulan nanti dalam perasaan hari jadiku. Aku semakin tak sabar, sejuta keinginan dengan segera ku ukir dalam sebuah lembaran putih. Beribu detik berkumpul menjadi satu, yang disebut waktu. Semakin larut malam, obrolan itu makin hangat kearah rimbun kasih sayang. Dalam kasih yang membahana aku masih seperti yang dahulu, menimati sosok sahabat dari jauh. Rasa kagum ini sulit untuk diselimuti. Namun, sebisa mungkin aku menyembunyikannya agar semuanya tetap seperti sedia kala.

Berbahagialah, sebab tanpa disadari ada yang mencintaimu disana. Kita akan menjadi tiga, tiga yang indah. Seindah frasa yang kau ucakan malam itu tentangnya. Lima tahun ke-tiga-an ini telah bersama, yang akan selalu menjadi bersama mengukir kisah yang selalu penuh cinta di setiap lika liku kehidupan kita. Kelak, kita pasti akan berpisah tapi ketahuilah jiwa ini selalu ikut bersama kalian.

With Love.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Kuliner Populer di Pontianak

Kilas Balik Kehidupan SMA

#MimpiKawancut : Ketika Mimpi Jadi Kenyataan